News  

Kapolres Bantah Isu. Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung Dikabarkan Minta Motor

Kapolres Cilacap AKPB Leganek Mawardi saat jumpa pers, Kamis (9/9/2021). Kapolres membantah sejumlah isu yang beredar terkait pembunuhan anak terhadap ibu kandungan sendiri di rumah kos Jalan Kelinci Kelurahan Mertasinga, Cilacap, Rabu (8/9/2021). (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Kapolres Cilacap bantah isu terkait pelaku pembunuhan ibu kandung. Isu yang berhembus menyebutkan, pelaku tega bunuh ibunya sendiri karan minta motor. Kasus pembunuhan terhadap ibu kandung di Jalan Kelinci Kelurahan Mertasinga, Cilacap pada Rabu (8/9/2021), masih menjadi bahan pembicaraan setempat. Sempat beredar kabar motif pembunuhan oleh RS (22) ibunya tidak membelikan motor. Hingga menyulut emosi pelaku. Kabar ini sudah beredar pasca pembunuhan itu terjadi.

Atas kabar burung ini langsung, Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi langsung bantah isu tersebut saat menggelar jumpa pers di halaman Mapolres Cilacap, Kamis (9/9/2021). Demikian juga dengan adanya kabar kalau RS meminta keluarganya agar diijinkan untuk menikah.

“Itu dari mana informasinya? Saya ngasihkan informasi yang fakta saja ya. Oke?,” ujar Kapolres.

Dia mengatakan, sampai saat jumpa pers berlangsung, kondisi RS masih nampak emosi. Rasa emosi ini juga dia tunjukkan pelaku selama memberikan keterangan petugas penyidik Polres Cilacap. RS masih merasa emosi terhadap ibunya.

“Hasil pemeriksaan awal, tersangka itu luapan emosi karena jarang diajak ngobrol dan sering diomelin meski sudah bantu jualan bubur. Namun tidak dianggap oleh keluarganya. Jadi dia emosi yang bertumpuk terhadap ibunya,” terangnya.

Dia mengatakan, penyidik masih mendalami kemungkinan lain atas pembunuhan ini. Termasuk menjadi kasus pembunuhan berencana. Namun petugas memastikan kondisi kejiwaan RS stabil dan bebas pengaruh narkoba. Demikian juga dengan hasil swab yang memastikannya negatif dari Covid19.

“Sehat dan kita swab negatif Corona-nya,” katanya.

Aksi RS (23) membuat geger tetangganya di Jalan Kelinci RT 4 RW 6 Kelurahan Mertasinga, Cilacap. Dia dengan tega mengayunkan parang ke arah ibunya sendiri, Wasitoh (43) hingga meninggal dunia dan bersimbah darah, Rabu (8/9/2021) pagi.

Korban sempat keluar kamar menuju ke tetangga kos. Namun tidak lama terjatuh karena kehabisan darah. Usai membacok ibunya, RS lalu berusaha pergi ke arah Pasar Limbangan dengan berjalan kaki. Pelaku kemudian berhasil diamankan petugas. (*)