Keberhasilan Cilacap Bikin Ngiler Kabupaten Tetangga

  • Bagikan
BI dorong daerah lain tiru kerja sama Cilacap dengan DKI Jakarta untuk menghindari lonjakan harga

PENULIS : HARYADI NURYADIN

CILACAP – Keberhasilan kerja sama 2 daerah antara DKI Jakarta dan Kabupaten Cilacap, membuat wilayah lain ingin mengikutinya. Keinginan tersebut karena melihat dampak positif bagi petani lokal dan juga manfaat lain seperti kepastian harga serta permintaan.

Wilayah yang mulia melirik kesepakatan kerja sama antar daerah yakni Kabupaten Purbalingga. Bahkan sudah ada diskusi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dengan BUMD Food Station Tjipinang Raya.

“Kita dorong kerja sama antar daerah ini diperluas dengan (Kabupaten) Purbalingga,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Samsun Hadi.

Dia menjelaskan, diskusi ini sudah mengerucut pada beberapa hal. Seperti komoditas serta barang yang bisa di-supply dari Kabupaten Purbalingga, melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan dibutuhkan di Jakarta. Demikian juga dengan kualitas dan mutu barang sesuai standar Food Station dan bisa diterima konsumen Jakarta.

Perumda Purbalingga akan menindaklanjuti hasil diskusi dengan mulai mendalami beberapa hal terkait. Diharapkan kerja sama ini bisa secepatnya direalisasikan setelah Perumda Purbalingga selesai melakukan pendalaman.

“Sedang mencari bentuk. Mudah-mudahan tidak lama. Janjinya 3 sampai 4 bulan,” kata dia.

Samsun Hadi mengatakan, BI selama ini konsen mendorong terjadinya kerja sama antar daerah untuk meminimalisir disparitas harga. Jika satu daerah terjadi kelebihan stok melimpah, dipastikan harga komoditas di sana akan anjlok. Sebaliknya, daerah yang kekurangan akan mengalami lonjakan harga.

Menghindari hal ini maka kerja sama antar daerah bisa menjadi solusi. Terlebih lagi jika kerja sama ini memotong mata rantai tata niaga kebutuhan pokok terutama beras.

“Kerja sama antar daerah yang membutuhkan khususnya beras. Na ini kita dorong,” kata dia.

Jika kerja sama ini terjadi, maka menurutnya akan tercipta kestabilan harga karena ada jaminan pasokan barang kebutuhan pokok. Ujungnya adalah harga terjaga stabil. Demikian juga dengan inflasi.

“Utamanya menjaga kestabilan harga yang lebih luas di masyarakat, menjaga kestabilan inflasi dengan selalu menjaga pasokan baik supply maupun demand,” tandasnya. (*)

  • Bagikan