News  

Kejati Selidiki Korupsi BUMD, Ini Komentar Bupati Cilacap

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman buka suara setelah Kejati Jateng selidiki dugaan kasus korupsi pengadaan lahan oleh BUMD di Cilacap. (doc/bercahayanews.com)

CILACAP – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, sedang lakukan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lahan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Cilacap. Penyidik kejaksaan sampai menggeledeh 6 kantor di 3 kota terpisah yakni Semarang, Surakarta, dan Jakarta.

Kejati Jateng, lakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi pembelian lahan oleh BUMD di Cilacap. Penyidik fokus pada pembelian lahan milik PT Rumpun Sari Antan untuk menjadi Kawasan Industri di Cilacap. Lahan ini berada di Kecamatan Cipari, seluas 700 hektare.

Informasi menyebutkan, pembelian lahan oleh PT Cilacap Segera Artha, sebuah BUMD milik Pemerintah Kabupaten Cilacap. Perusahaan ini mengelola kawasan industri dan lainnya. Pemerintah menargetkan lahan ini akan menjadi kawasan industri baru.

Kejati Jateng melihat ada yang salah dalam proses pembeliah lahan untuk kawasan industri baru tersebut. Hingga petugas mendatangi 6 kantor dan menyita sejumlah dokumen.

Terkait dugaan korupsi di BUMD, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman buka suara. Komentar ini dia unggah di story instagram miliknya, @syamsul_auliya_rachman.

Di unggahan ini, bupati memposting laman media online yang memberitakan Kejati yang sedang selidiki kasus korupsi di BUMD tersebut. Syamsul mendapatkan berita ini setelah ada influencer di Cilacap yang men-tag akun instagram miliknya.

Sebagai pemimpin tertinggi di Cilacap, dia siap untuk mensuport Kejati Jawa Tengah, untuk selidiki kasus korupsi di BUMD tersebut.

“Siap min. Saya juga komitmen untuk memberantas korupsi,” kata Syamsul di unggahan tersebut.

Syamsul sendiri tengah mengikuti retret di Magelang bersama seluruh kepala daerah dari Indonesia. Retret berakhir pada Jumat (28/2/2025). (*)