Kekurang Vaksin Cilacap Mencapai 2,7 Juta Dosis

  • Bagikan
Cilacap masih kekurangan 2,7 juta dosis agar bisa memenuhi target 90 persen warga tervaksin pada akhir tahun 2021 ini. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Kabupaten Cilacap masih mengalami kekurangan vaksin dan jumlahnya sangat besar. Minimal harus ada 2.763.941 dosis vaksin untuk bisa merampungkan target 90 persen sampai akhir tahun 2021. Kebutuhan ini untuk memastikan warga mendapatkan 2 kali vaksin.

Cilacap dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa, harus bisa memvaksin 1,5 juta untuk agar bisa mencapai angka minimal herd immunity. Sementara saat ini, cakupan vaksinasi di Kabupaten Cilacap masih jauh dari harapan dan belum tembus 50 persen dari target.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi mengatakan, total kebutuhan vaksin di Kabupaten Cilacap mencapai 3 juta lebih.

“Kekurangan vaksin kan 2 juta sekian,” ujarnya, Rabu (13/10/2021).

Dia menghitung, sampai akhir tahun ini tersisa 12 minggu hingga kebutuhan per pekan mencapai 175.586 dosis. Jika terpenuhi, maka target 90 persen di akhir tahun akan bisa tercapai. Namun demikian, belum ada kepastian ketersediaan vaksin tiap pekan.

“Setelah kita hitung dengan 12 minggu. Agar bisa 90 persen, maka kebutuhan kita di 175 ribu per minggu. Kalau ada vaksinnya,” kata dia.

Namun dia akan tetap mengupayakan pengadaan dosis vaksin. Langkah ini menjadi sebuah keharusan untuk bisa mewujudkan target sembari berharap tambahan kuota vaksin dari pemerintah pusat.

Seperti pekan ke 3 Oktober 2021 ini. Tenaga kesehatan harus bekerja keras untuk bisa menghabiskan 250 ribu dosis vaksin dalam 1 pekan.

“Kalau ada, insya alloh kita pakai. Kaya minggu ini. Kita full seminggu ini upaya bisa habiskan,” kata Pramesti.

Pihaknya akan mengevaluasi pelaksaan serbuan vaksinasi yang melibatkan berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri hingga instansi vertikal lainnya. Tujuannya untuk memastikan vaksinasi berjalan lancar hingga pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal.

“Berat karena kemampuan kita yang 175 itu. Kalau harus menghabiskan 200 itu kan butuh tenaga ekstra. Nanti akan kita evaluasi. Coba ini bisa berhasil berapa,” tegasnya. (*)

  • Bagikan