CILACAP – Keluarga korban perundungan tuntut agar ada hukuman maksimal terhadap pelaku. Mereka menilai aksi pelaku sudah melampaui batas dengan menganiaya korban berinisal FF, siswa salah satu SMP di Cimanggu, Cilacap.
Sebuah video tengah viral dan menggambarkan aksi siswa SMP di Cilacap yang tengah hajar teman. Aksi ini lebih mirip film laga karena pelaku memukul, menendang korban berulang kali.
Peristiwa perundungan yang kemudian viral ini terjadi pada Selasa (26/9/2023) siang, usai korban bersama pelaku selesai belajar. Namun pihak keluarga baru mengetahui setelah korban pulang dan menangis. Baju korban nampak kotor dan wajah nampak lebam seperti bekas terkena pukulan.
Salah satu kerabat korban, Cici Maryati sangat berharap agar pelaku mendapatkan hukuman paling berat.
“Kalau misalnya ada undang-undangnya, saya berharap bisa dihukum semaksimal mungkin,” katanya, Rabu (27/9/2023).
Keluarga korban perundungan, katanya sudah sangat geram dengan aksi pelaku. Karena aksi terhadap FF ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, sempat ada kejadian serupa pada Jumat (22/9/2023) dan Senin (25/9/2023).
“Ini bukan kejadian yang pertama kalinya. Anak ini emang sering berulah,” kata dia.
Dia menjelaskan, saat ini FF mulai merasakan rasa sakit di punggung, perut dan dada. Kemungkinan besar rasa sakit ini muncul akibat penganiaayan yang dia alami pada Selasa siang tersebut. Selain itu, korban juga masih mengeluhkan rasa pusing.
“Pusing-pusing dari hari pertama. Dan tadi pagi, mulai terasa sakit di punggung, perut dan dada,” katanya.
Keluarga korban perundungan ini juga sangat terkejut saat pertama kali melihat video penganiayaan. Bahkan ibu korban sempat tidak sadarkan diri.
“Ibu sempat tidak sadarkan diri (setelah melihat video). Dari situ, suami saya langsung putuskan untuk lapor. Anak ini sudah kita urus, sudah visum dan ada barang bukti yang nyebar ke mana-mana,” katanya memastikan. (*)






