Kemenhub Minta KNKT Investigasi KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat memberikan keterangan pers di terkait tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Kementerian meminta agar KNKT bisa melakukan investagasi menyeluruh atas tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. (doc/kemenhub)

BANYUWANGI – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi minta agar Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk lakukan investigasi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam. Peristiwa nahas ini terjadi di Selat Bali, saat KMP Tunu Pratama Jaya dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapan menuju Gilimanuk.

“Keselamatan penyeberangan adalah prioritas utama. Saya sudah instruksikan KNKT investigasi penyebab kecelakaan laut yang terjadi pada KMP Tunu Pratama jaya. Juga mencari langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata dia.

Ia juga meminta agar Tim SAR Gabungan untuk mempercepat proses pencarian korban. Ini dengan mempertimbangkan waktu emas (golden time) dalam Operasi SAR, demi menyelamatkan sebanyak mungkin korban.

KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang, 12 awak kapal, dan 22 unit kendaraan. Hingga Jumat (4/7/2025), Tim SAR gabungan memastikan ada 30 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia.

Menhub turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap korban selamat segera pulih.

“Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam bagi keluarga korban dan bagi korban yang selamat, saya berdoa semoga segera diberikan kesembuhan,” terang Menhub Dudy.

Ia juga menekankan perlunya verifikasi ulang terhadap manifest penumpang untuk memastikan data yang akurat. Karena sempat beredar ada penumpang yang tidak ada di manifest.

Dudy mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. Dia meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi cuaca di Selat Bali yang tidak bersahabat.

Menhub mengajak seluruh operator dan masyarakat untuk memperkuat budaya keselamatan di sektor transportasi penyeberangan. Dia berjanji akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan penanganan insiden ini.

Proses investigasi oleh KNKT atas KMP Tunu Pratama Jaya, akan menunggu Operasi SAR resmi berakhir. Ini artinya, tim KNKT baru akan bergerak untuk memulai investasi setelah Basarnas resmi mengakhiri proses pencarian.

Baru setelah itu, KNKT akan mulai melakukan investigasi terhadap kecelakaan laut atas KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. (*)