Kementan Apresiasi Dukungan Bupati Cilacap

  • Bagikan
Bupati Cilacap dan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Prof DR Ir Dedi Nur Syamsi saat zoom meeting dari kebun buah melon, Rabu (1/8/2021). Kementan memuji dukungan Cilacap terhadap pembangunan pertanian. (doc)

CILACAP – Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberikan apresiasi terhadap dukungan Bupati Cilacap akan program bidang pertanian. Dukungan ini sudah terbukti dengan kebijakan yang mengarah dan memberikan manfaat bagi para petani di sana. Termasuk memberikan dukungan terhadap kemajuan dan perkembangan pertanian.

Hal ini disampaikan oleh

Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Prof DR Ir Dedi Nur Syamsi usai melakukan zoom meeting dengan Petani Milenial. Zoom meeting ini digelar langsung dari lokasi kebun melon di Desa Madura Kecamatan Wanareja, Cilacap, Rabu (1/9/2021).

“Kita lihat di berbagai daerah. Kalau bupatinya consern terhadap pertanian, maka pertanian di daerah itu akan maju,” ujar Dedi usai zoom kepada awak media.

Dia menambahkan, dukungan dari bupati selaku kepala daerah sangat dibutuhkan. Karena pemerintah daerah bisa menggerakan Dinas Pertanian untuk memanfaatkan potensi di bidang pertanian. Potensi ini berupa lahan dan sumber daya yang terdiri atas petani serta para penyuluh pertanian.

“Dukungan pemerintah daerah ini sangat penting,” kata dia.

Dia mencontohkan, pertanian di Kabupaten Cilacap sudah memunculkan sentra. Salah satunya adalah sentra buah naga dan melon di Kecamatan Wanareja. Demikian juga dengan sentra produk pertanian lainnya.

Selain itu juga dukungan Cilacap sudah ditunjukkan dalam hal regenerasi petani. Caranya dengan memberikan kesempatan anak muda yang dia sebut sebagai petani milenial. Langkah ini sejalan dengan program Kementan yang tengah menggenjot pelatih petani milenial.

“Kita tengah mendongkrak kapasitas petani. Ada 1 juta petani dan penyuluh yang kita genjot dengan pelatihan. Juga ada pelatihan duta petani milenial dan petani andalan sebanyak 10 ribu,” katanya.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menambahkan, pertanian sudah terbukti bertahan dalam berbagai kondisi. Termasuk selama pandemi ini. Hal ini terjadi karena pertanian dan para petani lepas dari berbagai ketergantungan.

“Jadi kalau negara lepas dari ketergantungan, maka yang harus dibangun adalah petani dan anak petani harus semangat bertani,” kata Tatto.

Menurutnya, Kabupaten Cilacap kaya akan potensi pertanian. Mulai dari jumlah petani yang banyak serta lahan subur di berbagai penjuru wilayah. Dan seluruh lahan ini harus dimaksimalkan untuk pertanian.

“Sekarang kita tidak ingin lagi ada sejengkal lahan yang tidak ditanami,” tegasnya. (*)

  • Bagikan