SURABAYA – Akun instagram @officialpersebaya, mencoba terus mengenang jasa Bejo Sugiantoro. Tim memajang latihan para pemain mereka dengan format hitam putih, sebagai tanda duka mendalam.
Legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro meninggal di usai 47 tahun. Dia meninggal saat tengah bermain sepak bola, Selasa (24/2/2025) sore dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang, sudah menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 17.20.
Bagi tim Bajul Ijo, nama Bejo Sugiantoro tidak akan mudah terlupakan begitu saja. Dia legenda yang menghabiskan karir sepak bola dengan 1 klub saja. Di Persebaya dia bertahan dari musim 1990 hingga awal 2000-an.
Dan selama itu, sosok di sentral pertahanan tak akan bisa tergantikan. Meskipun pemain atau pelatih baru datang silih berganti. Termasuk mempersembahkan 1 piala usai juarai Liga 1 di tahun 1997 dan 2004.
Setelah pensiun, ayah dari Rahmat Irianto ini menimba ilmu kepelatihan. Hingga sekali lagi, Persebaya menjadi tempatnya berlabuh. Dia melatih tim ini selama beberapa tahun. Dan terakhir, dia melatih Deltras Sidoarjo.
Mengenang itu semua, Persebaya memajang proses latihan malam para pemain di lapangan Stadion Gelora 10 November. Lapangan ini sekaligus menjadi saksi bisu karena menjadi tempat Bejo Sugiantoro mengenal sepak bola di usia dini.
“Di lapangan ini, Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, almarhum Bejo Sugiantoro belajar sepak bola. Di kandang Persebaya ini pula, almarhum mengukir sejarah hebat di pentas sepak bola Indonesia,” tulis admin akun tersebut.
“Mengakhiri sesi latihan Persebaya malam ini, kami seluruh official dan pemain Persebaya, memanjatkan doa untuk Coach Bejo. Kami bersaksi, Coach Bejo adalah orang baik, InsyaAllah diterima di sisi Allah SWT,” tegas admin. (*)






