CILACAP – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, SSos, MM memastikan, proses pencarian korban baru akan berhenti setelah berhasil temukan semua korban longsor di Desa Cibeunying. Hal ini sudah menjadi target sejak Tim SAR Gabungan turun ke lokasi pada hari pertama, Kamis (11/11/2025).
Hal ini dia sampaikan usai menemui pengungsi yang bertahan di balai Desa Cibeunying. Dia meyakinkan kalau Tim SAR Gabungan akan terus memaksimalkan waktu agar bisa menemukan seluruh korban longsor.
melakukan rapat koordinasi bersama BPBD, Kodim Cilacap serta seluruh pelaksana masa tanggap darurat, Senin (17/11/2025).
“Tadi ada salah satu orang tuanya yang menanyakan karena sampai hari kelima ini ada putranya yang masih belum ketemu. Minta dicari,” katanya.
“Tadi kami sudah tegaskan bahwa kami datang ke sini salah satu tugasnya adalah mencari sampai itu ketemu,” kata dia.
BNPB, kata merasa yakin Tim SAR Gabungan yang bekerja akan berhasil menemukan seluruh korban. Terlebih, tinggal menyisakan 7 korban yang masih tertimbun longsor di Desa Cibeunying. Sementara waktu tanggap darurat dan operasi pencarian adalah 1 pekan dan ada opso perpanjangan.
“Ini masih ada tujuh, tapi kita masih punya waktu,” katanya.
Dia mengatakan, pencarian terhadap korban tanah longsor di Desa Cibeunying terus membawa perkembangan positif. Apalagi, Tim SAR Gabungan sudah menandai lokasi yang kemungkinan besar ada korban tertimbun longsor.
“Tadi sudah ditandai,” tegasnya.
Basarnas sendiri sudah membagi proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying dalam 2 sektor. Yakni sektor A dan B. Sektor A ada 3 titik yakni A1 hingga A3. Titik A2 kini sudah bersih setelah semua korban berhasil ditemukan. (*)






