KKP Hidupkan Lagi Tambak Mangkrak di Pantura

ilustrasi

JAWA BARAT – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen menghidupkan kembali tambak mangkrak di Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat yang telah tidak produktif selama puluhan tahun. Proyek revitalisasi ini menyasar lebih dari 20 ribu hektare lahan tambak mangkrak di empat kabupaten: Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, proyek revitalisasi tambak di pantura akan menjadi program strategis nasional. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan sektor perikanan budidaya serta membuka peluang ekonomi baru.

“Anggaran yang diusulkan mencapai Rp26 triliun dan akan melibatkan lebih dari 100 ribu tenaga kerja, dengan sekitar 40 ribu di antaranya bekerja langsung di lapangan,” kata Trenggono.

Tambak di pesisir Pantura telah mangkrak dan rusak selama lebih dari 30 tahun. KKP menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat merevitalisasi kawasan pantura. Kerja sama ini juga melibatkan beberapa kabupaten di Jawa Barat yang sudah ada tambak meski lama mangkrak.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menambahkan, revitalisasi tambak mangkrak di Pantura tidak hanya fokus pada peningkatan produksi. Namun sekaligus menjadi upaya membangun ekosistem pesisir.

“Program ini menyentuh aspek lingkungan secara menyeluruh. Mulai penataan pemukiman nelayan sampai dengan penanganan sedimentasi agar pesisir bisa tertata dan terjaga,” ujar Dedi.

Dedi berharap kolaborasi akan mampu mengubah kawasan tambak mangkrak menjadi sentra ekonomi baru berbasis kelautan dan perikanan. Sekaligus memperbaiki garis pantai yang selama ini rusak akibat abrasi.

Selain itu, program ini akan memberi peluang usaha bagi anak muda kreatif di pantura. Karena mereka bisa terlibat dalam pengembangan budi daya berbasis tambak.

“Anak-anak muda di pesisir Pantura nantinya bisa bekerja di sektor hulu dan hilir budi daya dan tambak. Mulai dari persiapan budidaya, pengelolaan, hingga produksi. Inilah ekosistem ekonomi biru yang saling terhubung,” tegasnya.

Exit mobile version