Klaim Paul Zhang Sebagai Nabi Bukan Hal Baru

  • Bagikan
Fathul Aminudin Aziz menilai kasus nabi bukan hal baru

PENULIS : HARYADI NURYADIN

CILACAP – Klaim atau pengakuan Jozeph Paul Zhang sebagai nabi, bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya ada sederet orang yang mengklaim dirinya merupakan nabi. Beberapa dari mereka kemudian mendapat pengikut atau jamaah.

Sebut saja klaim dari warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pria bernama Paruru Daeng Tau ini diakui pengikutnya sebagai nabi terakhir. Salah satu ajarannya adalah sholat lima waktu dalam sehari dikurangi menjadi hanya 2 kali saja.

Dikutip dari Kompas.com, Paruru Daeng Tau yang juga sebagia membebaskan pengikutnya di Lemaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Tana Toraja dari kewajiban sholat, puasa, zakat dan haji.

Masih dari artikel yang sama di Kompas.com, juga ada warga Kalimantan Selatan yang mengaku sudah menerima wahyu dari Jibril. Hingga dia mengangkat dirinya sebagai nabi dan namanya disebutkan dalam shadat, menggantikan nama Muhammad. Kasus ini kemudian berujung dibekuknya pelaku oleh Polres Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Pengakuan serupa datang dari Lia Eden. Dia ini mengaku mendapatkan bisikan dari Jibril untuk menyelamatkan umat manusia sebelum hari kiamat. Mereka yang tertarik lalu menjadi jamaah dan sebagian tinggal di rumah Lia Eden yang disebut Kerajaan Surga. Lia Eden pada akhirnya harus menjalani persidangan setelah kasusnya juga berujung di meja hijau.

Menurut Ketua Yayasan El Bayan Cilacap, Fathul Aminudin Aziz, perkara nabi baru memang sudah lama muncul.

“Ini (nabi baru) seperti Paul Zhang, bukan yang pertama dan bukan hal baru,” kata dia.

Pria yang kini duduk sebagai Dekan Ekonomi Bisnis IAIN Purwokerto ini menambahkan, ada benang merah diantara mereka yang mengaku nabi ini. Seperti mengaku mendapatkan bisikan atau wahyu dari malaikat hingga berani mengklaim dirinya sebagai nabi. Selain itu, mereka juga mencari atau menerima pengikut.

Kasus berbeda ada pada Paul Zhang. Dia tidak mencari pengikut atau jamaah dan tidak menyebutkan sudah menerima wahyu. Namun demikian dia tetap mengaku sebagai nabi ke 26. Dalam ajaran Islam, nabi terakhir yakni Muhammad menempati urutan ke 25 atau menjadi terakhir.

“Dia tidak mencari nyari jamaah. Tapi memanfaatkan media sosial. Dia paham betul cara memanfaatkannya,” kata Aziz.

Dia mencontohkan ucapan Paul Zhang tentang puasa yang cenderung menyindir. Yakni elo yang puasa, gue yang lapar. Bagi Aziz, kalimat ini sangat khas media sosial dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh Paul Zhang.

“Kalimat ini kan khas medsos banget,” tandasnya.

Seperti diketahui, Jozeph Paul Zhang melontarkan pengakuan sebagai nabi ke 26. Ucapan ini dilakukan dalam diskusi melalui zoom meeting dan diupload ke kanal youtube miliknya. (*)

  • Bagikan