Klaster Hajatan Mendominasi, Ini Kata Bupati Tatto

  • Bagikan
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menilai peningkatan kasus Covid19 dari kluster hajatan karena warga nekat menggelar resepsi meski tanpa ijin. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Angka kasus penularan Covid-19 di Cilacap kembali bertambah. Pada Rabu (16/6/2021) ada penambahan sebanyak 121 kasus positif Covid-19 di Cilacap. Sampai Rabu, jumlah total kasus positif di Cilacap sebanyak 13.364 kasus. Rinciannya adalah, sebanyak 11.888 pasien sembuh, 503 pasien meninggal dunia, dan ada sebanyak 973 pasien positif Covid-19 aktif.

Dari jumlah tersebut muncul enam kluster di Cilacap, dan didominasi oleh klaster hajatan sebanyak 41 orang. Enam klaster yang muncul yakni kluster keluarga ada sebanyak 105 orang, kluster rewang hajatan di Gandrungmangu 10 orang, klaster kantor 18 orang, klaster perangkat desa di Cimanggu 16 orang, klaster hajatan di Wanareja 16 orang dan klaster hajatan di Dayeuhluhur sebanyak 15 orang.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan jika perang terhadap Covid-19 harus terus dilakukan. Masyarakat juga jangan lengah, dengan tetap melaksankana protokol kesehatan. Adanya klaster hajatan ada karena masyarakat tetap menggelar hajatan, meski tidak diizinkan.

“Mau diizinkan atau tidak mereka tetap hajatan, tapi saya perintahkan kepada Satpol PP dan TNI Polri, begitu terjadi kerumunan, tidak menggunakan protokol kesehatan, bubarkan, kalau bisa saya yang membubarkan,” ujar Bupati, Rabu siang.

Bupati menyampaikan jika hajatan sudah menjadi tradisi. Pemerintah masih memperbolehkan, akan tetapi tetap di batasi.

“Hajatan itu tradisi, nikah juga harus ada akad nikah, harus ada ini, cuman dibatasi, tahu diri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap Yuliaman Sutrisno mengatakan jika sudah menjadi klaster maka Satgas melakukan penanganan kesehatan, dan diidentifikasi, dan melakukan penindakan.

“Apabila sudah ada yang positif terlanjur, maka diutamakan kesehatannya dulu diisolasi, diobati, karena tidak mungkin ada penindakan dulu, karena bisa-bisa petugas malah yang terpapar,” ujarnya.

Munculnya kasus Covid-19 juga membuat Satgas menyiapkan tempat isolasi di beberapa wilayah, mulai di Desa Karangrena Kecamatan Maos, Sampang, Cimanggu, maupun di Gandrungmangu. (*)

Penulis: narisaktiEditor: haryadi nuryadin
  • Bagikan