News  

Kobaran Api Muncul Lagi di Pasar Kroya

Titik api baru muncul kembali di Pasar Kroya pada Sabtu (25/12/2021) dan membuat panik warga serta pedagang. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Kobaran api muncul lagi di Pasar Kroya pada Sabtu (25/12/2021). Titik api ini ada di lantai 1 hingga membuat kepanikan. Warga dan para pedagang yang tengah berada di sana langsung menyelamatkan diri masing-masing.

Mereka tidak menyangka, kobaran api muncul lagi di pasar tersebut usai terbakar pada Kamis (23/12/2021), sekitar pukul 15.15. Petugas pemadam kebakaran baru berhasil menjinakan si jago merah pada Kamis tengah malam.

Titik api pertama kali berasal dari lantai 2 Pasar Kroya. Api dengan cepat merambat ke seluruh penjuru pasar. Hingga malam hari, kobaran api terus membesar dan baru padam pada Jumat (24/12/2021).

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Cilacap, Supriyadi mengatakan, kobaran api muncul lagi di Pasar Kroya. Pihaknya menerima laporan dari relawan dan pedagang pasar.

“Ada laporan dari relawan dan penjual pasar. Kami langsung mengirim petugas untuk segera melakukan pendinginan,” katanya, Sabtu (25/12/2021).

Dia menjelaskan, kobaran api ini kemungkinan besar dari tumpukan sembako di salah. Petugas hanya butuh waktu sebentar untuk bisa menguasai keadaan.

Sebelumnya, proses pemadaman api pasca Pasar Kroya terbakar melibatkan unit Pemadam Kebakaran dari Kabupaten Cilacap. Selain itu datang bala bantuan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Kebumen. Plus mobil pemadam milik PLTU Cilacap.

Pada pukul 00.00 Jumat (25/12/2021), petuga sudah bisa menguasai keadaan dan tinggal menyisakan langkah pendinginan. Petugas menduga api pertama kali muncul dari lantai 2, tepatnya dari Blok D.

Sampai hari ini belum ada kepastian penyebab utama kebakaran tersebut. Namun dari laporan petugas keamanan pasar, kebakaran dimulai ketika mereka mencium bau kabel terbakar.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji Jumlah kios saat Pasar Kroya pada Kamis (23/12/2021) sore, terbakar dipastikan lebih dari 500 buah. Angka ini lebih banyak dari perkiraan semula yang hanya mencapai 300-an.

“Identifikasi pertama ada 300, tapi ternyata ada 500,” ujar Bupati, Jumat siang. (*)