News  

Kopi Cilumping Didorong Lebih Berkembang

Kemasan Kopi Cilumping dari salah satu produsen. Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri ingin kembali mendorong pengembangan kopi dari Kecamatan Dayeuhluhur tersebut. (doc)

CILACAP – Keberadaan kopi asli Cilacap, yakni kopi Cilumping ternyata belum banyak beranjak dari masalah awal. Yakni terkendala pemasaran dan namanya belum dikenal luas.

Pengembangan kopi di Kabupaten Cilacap sudah berjalan puluhan tahun terutama di Kecamamtan Dayeuhluhur. Semula, petani menjual kopi secara tradisional ke pembeli di Jawa Barat. Baru sekitar 10 tahun lalu, ada yang mulai mengembangkan produk dengan memanfaatkan kopi petani setempat.

Kebun kopi ini mayoritas berada di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Nama desa inilah yang kemudian menjadi merek produk kopi tersebut.

Dalam perjalanannya, kopi ini pernah ikut pameran besar di Jerman dan mendapatkan respon luas. Baru setelah itu, nama Cilacap masuk dalam jajaran wilayah penghasil kopi terbaik.

Setelah itu, ada produk yang memanfaatkan produksi petani. Setidaknya ada 2 merk yang mengolah kopi dari Kecamatan Dayeuhluhur. Yakni Kopi Cilumping dan Kopi Basma. Kedua merk ini merupakan milik 2 UMKM di Cilacap.

Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri mengakui kalau butuh dorongan agar kopi Cilumping bisa berkembang lagi. Terutama dari pemasaran dan produksi kopi.

Dia bahkan sudah bersiap agar pemerintah bisa membantu petani dan produsen serta pecinta kopi. Tujuannya agar nama kopi ini lebih terangkat.

“Akan kita bantu,” kata Pj Bupati.

Menurutnya, pemerintah mendasari dorongan ini karena kopi tersebut sudah sampai ke Jerman. Namun setelah pameran itu, upaya pengembangan kopi sempat terhenti pada masa pandemi Covid19. Dan pada 2024, bupati ingin kembali mendorong pengembangan dan pemasaran kopi tersebut.

“Saya ingin minimal ada cafe (milik) PKK atau Sekda pakai Kopi Cilumping. Itu yang perlu kita jual juga,” katanya.