News  

Korban Tertipu Investasi Bodong Sampai Rp 2,2 M

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo saat menjelaskan kasus investasi bodong yang membuat korban kehilangan Rp 2,2 miliar. (doc)

CILACAP – Korban tertipu investasi bodong kembali terjadi di Kabupaten Cilacap. Para korban merugi sampai Rp 2,2 Miliar. Hal ini menambah panjang daftar investasi bodong yang kembali terungkap oleh penyidik Polres Cilacap.

Modus investasi bodong yang sampai memakan korban hingga Rp 2 miliar lebih itu dengan modus bonus jika menanam modal. Pelaku juga menanjikan bonus jika mampu merekrut orang. Investasi tersebut berbentuk maximum gold dan saham di SFS.

Pelaku juga menjanjikan akan mengambalikan seluruh modal jika peserta tidak bisa merekrut orang dalam kurun waktu 1 tahun.

Kasus ini terungkap saat ada laporan dari SM (43), warga Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah ke Polres Cilacap. Dia bersama 20 orang lainnya melaporkan penipuan oleh TYDH (39), warga Jalan Rinjani Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah. Mereka menjadi korban dan tertipu investasi bodong tersebut.

Korban kepada petugas menjelaskan, dia telah mentransfer Rp 50 juta ke rekening milik pelaku yakni TYDH karena menjadi peserta investasi Maxumgold. Pelaku lalu mewajibkan korban untuk mencari orang lain agar ikut dan menjanjikan memberi bonus sebesar Rp 16 juta.

“Namun karena tidak bisa merekrut orang, maka pelapor minta uangnya kembali. Tapi tidak bisa mengembalikan hingga SM lalu lapor ke Polres Cilacap,” ujar Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo saat menggelar jumpa pers, Jumat (31/12/2021).

Penyidik lalu berupaya mencari keterangan dari korban lainnya. Selain itu juga mencari keberadaan pelaku yang sempat kabur ke luar Jawa Tengah.

Hingga pada 20 Desember 2021, penyidik menerima informasi bahwa pelaku berada di Sumedang, Jawa Barat. Penyidik lalu berangkat ke sana dan menangkap pelaku saat berada di rumah kos di Perumahan Bumi Sangkurianang, Kabupaten Sumedang.

“Pelaku kami tangkap dan bawa ke Cilacap,” ujar dia.

Atas tindak ini, pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan. (*)