BANYUWANGI — Tim SAR gabungan kembali menemukan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Minggu (5/7/2025), di hari kelima operasi pencarian. Penemuan ini oleh KRI Tongkol 813 sekitar pukul 12.00 WIB di sektor 3 pencarian. Tepatnya di koordinat 08º 18,532’ S 114º 26,687’ E, atau sekitar 6 mil laut dari lokasi kejadian.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R Eko Suyatno menyampaikan, korban ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan dengan gelombang cukup tinggi. Proses evakuasi berhasil setelah melibatkan perahu karet milik KRI Tongkol 813.
Sementara lokasi penemuan jenazah korban, berjarak sekitar 5,7 hingga 6 mil laut dari tempat KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam.
Petugas langsung membawa jenazah ke dermaga Pusri dan berlanjut ke RSUD Blambangan. Di sana, tim BIDDOKKES POLDA Jawa Timur segera melakukan identifikasi.
“Dari hasil identifikasi awal, korban KMP Tunu Pratama Jaya berjenis kelamin laki-laki, tinggi sekitar 170 cm, mengenakan kaos oblong biru dan celana pendek warna cokelat,” ujar Eko Suyatno dalam konferensi pers.
Danguspurla Koarmada II menambahkan, tim survei dari PUSHIDROSAL bersama KRI Fanildo terus melakukan pemetaan ulang di lokasi kejadian sejak Sabtu malam (5/7/2025). Petugas mencoba memastikan koordinat pasti atau fix datum. Selain itu, TNI AL juga akan mendatangkan KRI Sika dari PUSHIDROSAL yang memiliki kemampuan survei hidro-oseanografi.
Sebagai informasi, operasi SAR pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya telah melibatkan 612 personel gabungan dari berbagai instansi. Mereka terjun bersama peralatan SAR lengkap yang mencakup armada laut, udara, darat, dan bawah permukaan. Keterlibatan tambahan alat ini, guna memperluas jangkauan pencarian korban lainnya yang masih belum dalam pencarian.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Kapal ini membawa 65 orang dan 22 kendaraan. (*)






