KPM Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Ini Kata Menteri Perhubungan

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat pelayaran dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, Rabu (2/7/2026). Kemenhub memastikan proses pencarian masih terus berlangsung. (doc/instagram)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan penjelasan tentang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Rabu (2/7/2025). Menurut Dudy, kapal ini membawa 53 penumpang.

Laman dephub.go.id memastikan lokasi dan waktu KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Berdasarkan laporan petugas, kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9’32.35″S 114°25’6.38″E.

Sementara data manifest menyebutkan, KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam mengangkut 53 orang penumpang dan 12 orang awak kapal. Juga ada 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.

Pasca KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam, tim gabungan langsung menggelar operasi pencarian dan pertolongan. Tim gabungan terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya. Pengendali operasi ini adalah Kantor Pencarian dan Pertolongan setempat.

Hingga pukul 10.00 waktu setempat, petugas sudah mengevakuasi 31 penumpang telah dalam keadaan selamat. Sedangkan 4 penumpang lainnya meninggal.

Menteri Dudy Purwagandhi memastikan sudah memberikan instruksi untuk terus melakukan pencarian terhadap penumpang dan juga awak kapal.

”Saya turut prihatin atas kejadian ini. Saat ini operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung. Saya instruksikan proses tersebut dipercepat, dengan mengedepankan koordinasi dan keselamatan,” ujar Menhub Dudy, di Jakarta Kamis (3/7/2026).

Dia memastikan, upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait. Proses evakuasi menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut yang tinggi mencapai 2 hingga 2,5 meter. Juga tiupan angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian. (*)