News  

Labfor Periksa Pasar Kroya

Petugas Labfor Polda Jawa Tengah periksa kembali Pasar Kroya, Cilacap. Tim mencari penyebab utama kebakaran di Pasar Korya. (doc)

CILACAP – Tim dari Laboratorium Forensik atau Labfor Polda Jawa Tengah, periksa kebakaran Pasar Kroya. Kedatangan tim pada Sabtu (25/12/2021) itu untuk menggali data terkait penyebab kebakaran Pasar Kroya, sekaligus melakukan olah TKP.

Olah TKP dimulai dari pukul 13.30 sampai dengan 17.00. Petugas menggali memeriksa sejumlah sudut Pasar Kroya bersama Tim Inafis Polres Cilacap, Kapolsek Kroya dan UPT DPKUKM Kroya.

Kapolres Cilacap, AKBP Eko Widiantoro melalui Kasi Humas Iptu Gatot Tri Hartanto mengatakan, kedatangan tim Labfor Polda Jawa Tengah dipimpin langsung oleh Kasubdit Fisika dan Komputer Forensik (Fiskomfor) Labfor Polda Jateng, Kompol Totok Tri Kusuma Rahmad.

Dia memastikan, kedatangan tim Labfor tersebut untuk mengetahui penyebab kebakaran di Pasar Kroya yang terjadi pada Kamis (23/12/2021).

“Tim melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sekaligus me cari asal sumber api,” kata Gatot.

Namun demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut usai tim Labfor Polda Jawa Tengah periksa Pasar Kroya bersama Inafis Polres Cilacap tersebut.

Sementara itu, kebakaran Pasar Kroya berawal dari laporan petugas keamanan pasar kepada Pos Damkar Kroya. Petugas keamanan pasar menerima informasi dari pedagang kalau ada bau kabel terbakar dari lantai 2.

Pengamanan pasar langsung memeriksa lantai 2 dan mendapati kobaran api sudah membesar. Mereka juga sempat berupaya memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) namun gagal.

Api dengan cepat merambat ke seluruh bagian pasar tersebut hingga 500-an kios dan los ludes terbakar. Hingga Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyebutnya sebagai kebakaran terbesar untuk kategori pasar milik pemerintah kabupaten.

Ini dengan menghitung seluruh bangunan tempat pedagang berjualan yang ludes terbakar tanpa sisa. Selain itu, di Pasar Kroya juga ada toserba yang ikut luluh lantah tersapu si jago merah.

“Ini yang terbesar karena tidak ada sisa sama sekali,” kata Bupati. (*)