News  

Lapas Nusakambangan Terima 550 Al Quran

Prosesi penyerahan bantuan Al Quran dari Kementerian Agama untuk Lapas Nusakambangan, Kamis (19/5/2022). Bantuan Al Quran untuk mendukung program pembinaan kepribadian para warga binaan. (doc)

CILACAP – Lapas Nusakambangan terima bantuan berupa 550 Al Quran dari Kementerian Agama RI. Kitab suci ini menjadi sarana pembinaan kepribadian para penghuni Lapas Nusakambangan. Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Wisma Sari Lapas Kelas 1 Batu, Kamis (19/05/2022).

Seluruh Al Quran untuk UPT se-Nusakambangan masing-masing 50 buah. Kecuali Lapas Karanganyar dan Lapas Pasir Putih yang menerima 100 buah.

Direktur Penerangan Agama Islam, Dr H Wayan Samsul Bahri menyatakan bantuan Al Qur’an tersebut merupakan tanggung jawab Kementerian Agama untuk bersama-sama menebarkan kebaikan.

Menurutnya, warga binaan lapas adalah tetap merupakan saudara yang tersesat hingga harus ada upaya untuk membawa mereka kembali ke jalan yang benar.

“Dan kewajiban kita adalah untuk mengembalikan mereka ke jalan kebaikan,” ujar Wayan.

Koordinator Kepribadian Direktorat Pembinaan dan Latihan Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Heriastini mengatakan, kerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia telah lama berjalan.

Kerjasama juga melibatkan seluruh UPT Pemasyarakatan dengan Kantor Kementerian Agama di tiap kabupaten atau kota.

“MoU tentang pembinaan kepada warga binaan menjadi kolaborasi dan sinergitas agar tujuan pembinaan dapat berjalan optimal,” kata Heristiani.

Koordinator Lapas Nusakambangan, I Putu Mardiana mengapresiasi bantuan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas bantuan berupa Al Quran ini. Kitab suci tersebut sangat membantu dan menjadi kebutuhan para warga binaan.

I Putu Mardiana menambahkan, satu-satunya kegiatan warga binaan, terutama yang ada di Lapas “High Risk” adalah pembinaan kepribadian atau pembinaan keagamaan. Hingga Al-Qur’an ini sangat bermanfaat sebagai sumber dan bahan bacaan agar warga binaan bisa mengenal agamanya lebih baik dan mendalam.

“Kami berarap, Kementerian Agama bisa memberikan bantuan selain bantuan Al Quran. Seperti mengirimkan para penyuluh agama, atau kegiatan keagamaan lainnya,” tegasnya. (*)