News  

Limbah Pabrik Kayu Terbakar. 3 Hari Belum Padam

Limbah pabrik kayu di Kecamatan Karangpucung, Cilacap terbakar sejak Sabtu (23/7/2022). Sampai Selasa (25/7/2022) malam, petugas Damkar Cilacap belum bisa padamkan api. (doc)

CILACAP – Tumpukan limbah dari pabrik kayu milik PT Mitra Kelana di Kecamatan Karangpucung, Cilacap, terbakar sejak Sabtu (23/7/2022). Dan sampai hari ke 3, kobaran api masih belum padam dan memaksa petugas Pemadam Kebakaran bekerja ekstra keras.

Informasi di lapangan menyebutkan, api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 19.20, Sabtu (23/7/2022). Kepulan asap ini berasal dari tumpukan kayu triplek limbah pabrik tersebut.

Saksi mata lalu meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Usaha ini tidak membuahkan hasil dan api terus menyala. Pemilik pabrik akhirnya menghubungi Pos Damkar Majenang.

Sejak Sabtu malam hingga Senin (25/7//2022) malam, petugas masih terus berupaya melakukan pemadaman. 1 unit alat berat milik pabrik juga meluncur ke lokasi untuk ikut membantu proses pemadaman.

Namun sampai Senin malam, petugas masih terus bekerja ekstra agar api bisa padam. Meskipun sudah ada 2 armada kebakaran yang berasal dari Pos Damkar Majenang dan Sidareja.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap, Supriyadi mengatakan, petugas masih terus bekerja untuk memadamkan api.

“Petugas sampai Senin malam masih berada di lokasi. Yang terbakar itu limbah pabrik kayu triplek,” katanya.

Dia mengatakan, sampai Senin malam petugas bekerja keras dan menunggu tambahan alat berat. Alat berat ini berfungsi memisahkan tumpukan kayu dan mencari titik api. Selain itu, petugas juga mengalami kendala karena tumpukan limbah ini cukup tinggi.

Kendala lain adalah sumber air yang berjarak kurang lebih 1 KM dari lokasi kebakaran. Hingga petugas mengalami kesulitan mengatasi kobaran api di limbah pabrik kayu yang terbakar itu.

“Upaya pemadaman terus kita lakukan,” katanya.

Petugas mendata, sedikitnya 8 rumah sudah dikosongkan karena warga terdampak asap dari limbah kayu yang terbakar itu. Warga terdampak yang mengungsi ini sekitar 100 orang dan kini sudah berada di tempat aman.

“Warga terdampak asap sekitar 100 orang dan 8 rumah sudah dikosongkan,” tegasnya. (*)