News  

Linmas Cilacap Minim Seragam. Jaga TPS Pakai Kaos

Pj Bupati Cilacap, Awaludin Muuri menyerahkan seragam Linmas kepada peserta Apel Linmas di Cilacap, Kamis (30/11/2023). Seragam untuk Linmas saat menjaga TPS masih sangat kurang dan terpaksa menggunakan kaos. (doc)

CILACAP – Satuan Perlindungan Masyarakat atau Linmas di Kabupaten Cilacap, ternyata sangat minim dalam hal seragam. Mereka hanya dibekali kaos dan topi seragam untuk pengamanan TPS pada Pemilu 2024. Tepatnya 14 Februari 2024.

Ratusan anggota Satuan Linmas Kabupaten Cilacap mengikuti Gelar Apel Kesiapan menghadapi Pemilu 2024 di alun-alun Cilacap, Kamis (30/11/2023). Apel ini sebagai wujud kesiapan seluruh anggota menghadapi tahapan pemilu yang sudah memasuki masa kampanye.

Pj Bupati Cilacap, Awaludin Muuri mengakui, anggota Linmas di Cilacap minim seragam. Ini karena keterbatasan anggaran dan waktu penyiapan seragam Linmas.

“Dan untuk pakaian memang dalam pengawalan, khusunya di Februari masih menggunakan kaos. Karena kemarin baru kita anggarkan di anggaran perubahan. Memang anggaran sedikit, minimal pembeda. Ada kaos dan topi untuk pengawalan Linmas ini,’ ujar Pj Bupati usai Apel Linmas.

Dia mengatakan, khusus untuk seragam Linmas ada aturan terbaru. Yakni berubah dari warna hijau menjadi abu-abu. Tampilan warna ini sesuai dengan Permendagri Nomor 12 2023 tentang standar kebutuhan Linmas.

“Untuk Linmas ada perubahan seragam terbaru dari pusat,” katanya.

Dia menambahkan, jumlah personil Linmas di Cilacap masih sangat kurang dengan menghitung kebutuhan TPS. Di tiap TPS nantinya akan ada 2 anggota Linmas yang bertugas membantu pengamanan.

“Memang kita kurang hingga ada masyarakat yang kita perbantukan,” kata dia.

Awaludin berharap, apel ini bisa memastikan kesiapan seluruh personil Linmas menghadapi Pemilu serempak. Linmas juga harus bisa menjaga netralitas dalam Pemilu ini.

Kasatpol PP Kabupaten Cilacap, Luhur Satrio Muchsin merinci, kebutuhan personil Linmas untuk pengamanan Pemilu 2024 mencapai 12 ribu lebih. Namun saat ini, jumlah yang terdata hanya ada 6400a-n atau baru separoh dari kebutuhan.

“Nah yang separo ini kita ambilkan dari stakeholder di desa seperti karang taruna atau yang lainnya,” kata dia. (*)