News  

Lokasi Gerakan Tanah di Cilacap Ternyata Banyak. Di mana saja?

Pembangunan huntara di Desa Karanggintung unutk 24 keluarga. Lokasi gerakan tanah di Kabupaten Cilacap tersebar di 7 tempat berbeda. (doc)

CILACAP – Lokasi bencana berupa gerakan tanah di Kabupaten Cilacap, ternyata tidak hanya di Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu. Bahkan salah satu lokasi yang sudah lama terjadi namun warga belum sempat menerima kepastian relokasi.

Lokasi gerakan tanah di Cilacap salah satunya berada di Desa Karanggintung. Peristiwa ini mulai terjadi pada 16 April 2021. Menyusul kejadian serupa pada 19 Mei 2021 dan 3 rumah warga rusak berat, 2 rusak sedang dan 4 rusak ringan. Belakangan, BPBD Cilacap memastikan ada 24 rumah yang harus pindah dari lokasi bencana itu.

Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, ada 7 lokasi gerakan tanah di Cilacap. Termasuk ada di Desa Karanggintung. Sisanya berada di Desa Karangkemiri, Karanganyar Kecamatan Kesugihan dan Cibeunying (Majenang).

“Ada di 7 lokasi. Termasuk Karanggintung, Karanganyar, Karangkemiri dan Majenang,” kata Wijonardi.

Untuk penanganan di Desa Karanggintung, BPBD Cilacap bersama pihak swasta tengah membangun huntara. Total ada 24 unit bangunan untuk warga korban gerakan tanah di atas lahan desa. Selain itu juga ada fasum berupa mushola dan MCK.

Hanya saja, masih ada korban gerakan tanah yang belum bisa relokasi. Mereka adalah waerga Desa Cibeunying Kecamatan Majenang. Meskipun pemerintah sudah mempersiapkan lahan. Demikian juga dengan penataan lahan untuk bisa secepatnya dibangun huntara.

Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar berharap agar relokasi di Desa Cibeunying bisa secepatnya terwujud.

Namun untuk sementara, pemerintah fokus untuk merampungkan pembangunan huntara di Desa Karanggintung.

“Satu-persatu. Di sini dulu. Harus kita pastikan,” kata Pj Bupati.

Namun dia memastikan warga yang ada di lokasi gerakan tanah harus pindah. Hanya saja relokasi ini tentu akan butuh waktu. Termasuk relokasi bagi warga Desa Cibeunying.

“Dalam waktu dekat tapi ya mandan adoh,” katanya. (*)