Lomba Desa Wisata Jadi Ajang Promosi

  • Bagikan
Suasana pengambilan video kesenian tradisional untuk lomba Desa Wisata di Cibinuang, Kamis (16/9/2021). Tempat wisata ini masih tutup karena status Cilacap masih level 3. (doc)

CILACAP – Tempat wisata di Kabupaten Cilacap terus bersiap untuk menyambut kedatangan para pengunjung. Hal ini dilakukan sambil berharap perubahan status Kabupaten Cilacap yang masih berada di level 3. Selama masih berada di level 3, maka pengelola tempat wisata belum bisa menerima pengunjung.

Salah satu tempat wisata yang tengah bersiap adalah Bukit Cibinuang. Pengelola melakukan persiapan sejak lama dengan mengikuti prosedur pembukaan tempat wisata selama masa pandemi. Pengelola tempat wisata ini adalah Ekowisata Tambaksari Kecamatan Wanareja, Cilacap.

“Termasuk hari ini (Kamis, 16/9/2021). Kita membuat video tentang atraksi budaya tentang kesenian rampak kendang,” ujar Kepala Desa Tambaksari, Edo Widianto.

Menurutnya, pembuatan video ini untuk mengikuti lomba Desa Wisata yang digelar Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah. Lomba ini akan menilai desa wisata dan terbagi dalam 4 kategori.

Pertama adalah profil desa wisata. Dalam profil ini memperlihatkan seluruh tempat wisata di tiap desa peserta. Kemudian ada kriteria pengelola wisata dan juga inovasi.

“Termasuk atraksi seni budaya,” kata dia.

Eko menambahkan, keterlibatan desa ini dalam lomba tersebut sekaligus menjadi langkah persiapan menyambut kedatangan para pengunjung. Pemerintah desa membutuhkan promosi karena Desa Tambaksari memiliki sejumlah tempat wisata andalan. Seluruh tempat ini memilik keunggulan masing-masing dan daya tarik berbeda.

“Atraksi seni budaya ini bisa menjadi daya tarik. Kita punya kelompok kesenian tradisional khas sunda seperti rampak kendang,” terangnya.

Menurutnya, seluruh tempat wisata di sana belum bisa menerima pengunjung karena masa pandemi. Dia berharap agar status kedaruratan pandemi Kabupaten Cilacap bisa turun menjadi level 2.

“Harapan kita tentu bisa turun agar tempat wisata ini bisa beroperasi kembali,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Disporapar Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy memastikan belum bisa membuka tempat wisata. Pertimbangannya karena kondisi pandemi dan status Kabupaten Cilacap masih berada di level 3.

“Masih kita tutup karena Cilacap kan level 3,” katanya.

Tempat wisata di Kabupaten Cilacap bisa buka jika memenuhi 2 syarat utama. Kedua syarat ini wajib dan tidak ada pengecualian. Syarat pertama daerah ini sudah berstatus level 2. Dengan kondisi sekarang ini, seluruh tempat wisata di Kabupaten Cilacap tertutup rapat dan belum bisa menerima pengunjung.(*)

  • Bagikan