Luncurkan Siap Mata, Bupati Minta RSUD Majenang Harus Lebih Baik

  • Bagikan
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji didampingi Direktur RSUD Majenang, dr Reza Prima Muharama menandatangani komitmen saat launching aplikasi Siap Mata, Jumat (11/6/2021). (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji meminta agar manajemen dan semua staf bisa mewujudkan mimpi bersama. Yakni menjadikan rumah sakit pemerintah di Kecamatan Majenang menjadi lebih baik dan meningkatkan pelayanan. Bahkan bisa menjadi rumah sakit terbaik di Kabupaten Cilacap.

“RSUD Majenang harus lebih baik dan menjadi yang terbaik,” pinta bupati saat meluncurkan Aplikasi Siap Mata milik RSUD Majenang, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, aplikasi sehebat apapun jika tidak dijalankan dengan baik akan menjadi percuma. Demikian juga dengan peningkatan dan perbaikan pelayanan dengan adanya aplikasi ini. Karena itu, semua pihak di RSUD Majenang harus memiliki 3 hal.

“Pertama adalah skill. Skill untuk menjalankan aplikasi. Lalu integritas dan terakhir networking,” kata dia.

Menurutnya, langkah direktur dan manajemen RSUD Majenang untuk menerapkan aplikasi ini merupakan sebuah keharusan. Pertama karena hampir semua rumah sakit besar di tanah air dan luar negeri, sudah memperbaiki pelayanan. Bahkan rumah sakit di luar negeri, sudah jauh meninggalkan rumah sakit pemerintah di Cilacap.

“Pelayanan sudah sangat baik, jauh dari rumah sakit kita,” katanya.

Dia menambahkan, goal terakhir dari pemanfaatan aplikasi ini adalah pelayanan terbaik bagi warga. Hingga dia berharap agar nantinya peran semua staf bisa memberikan “pengobatan” bagi pasien.

“Dengan senyum saja orang sudah sembuh. Ini goal-nya,” tegas Tatto.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Majenang, dr Reza Prima Muharama menjelaskan, melalui aplikasi ini bisa mempercepat proses pendaftaran. Dari minus 30 sampai 2 hari sebelum perawatan. Terutama untuk rawat jalan.

Selain itu, warga juga bisa melihat kamar atau ruang perawatan yang masih tersedia. Mereka juga bisa memberikan saran atau nilai terhadap pelayanan RSUD Majenang.

“Semua ini real time online. Bisa dilihat. Jadi nantinya tidak ada lagi bahasa pasien ditolak,” katanya.

Dengan aplikasi ini, maka pasien rawat jalan tidak perlu lagi menunggu terlalu lama di rumah sakit. Hal ini berujung pada tidak adanya kerumunan di sana.

“Kita sekarang dalam kondisi pandemi hingga kerumunan ini sebisa mungkin harus dihilangkan,” tegasnya. (*)

  • Bagikan