Maling HP Tertangkap Berkat CCTV

Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo SIK menunjukkan barang bukti pencurian HP saat ungkap kasus, Senin (7/2/2022). Maling HP tertangkap setelah petugas melihat rekaman CCTV di lokasi pencurian. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – 2 maling hp tertangkap petugas Polres Cilacap berkat rekaman CCTV di tempat pelaku melakukan aksi kejahatan. Saat ini keduanya membekuk di rutan sambil menunggu proses selanjutnya. Kedua maling HP yang tertangkap itu bersinisial AM (33), warga Kab Banyumas dan SM (46) warga Kabupaten Cilacap.

Aksi nekat di siang bolong ini terjadi pada 22 Desember 2021 lalu di GOR Sena Futsal di Kecamatan Kroya, Cilacap. Pelaku terlebih dahulu memantau situasi selama kurang lebih 1 jam.

Sekitar pukul 14.00, pelaku melihat korban bernama Fiza Iqbal Pratama (15), warga Desa Pesangrahan Kecamatan Kroya tiba di lokasi. Mereka juga melihat korban meninggalkan HP di dashboarb motornya untuk masuk dan bermain futsal.

Mendapati ini, kedua pelaku langsung menyikat HP merk Xiomi dan membawa kabur dan menjual ke di salah satu konter hp di Cilacap.

Saat istirahat korban berusaha mencari HP miliknya namun tidak bisa ditemukan. Dia juga sempat menghubungi nomor namun tidak terhubung alias tidak aktif.

“Korban lalu melapor ke Polres Cilacap,” ujar Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK, saat ungkap kasus di Polres Cilacap, Senin (7/2/2022).

Dia mengatakan, petugas langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan. Mereka meminta keterangan sejumlah orang yang ada di sana. Beruntung, GOR ini ada kamera CCTV dan memudahkan petugas mendapati ciri-ciri pelaku.

Petugas juga menyebar ke berbagai konter HP di Kecamatan Kroya dan pusat kota Cilacap. Hasilnya, petugas mendapati ada dari pemilik salah satu konter yang memajang HP curian.

Dari rekaman CCTV dan temuan petugas di konter HP inilah, 2 maling ini tertangkap di salah satu kos di kota Cilacap.

“Dari situ kita langsung melakukan pengerebekan di salah satu rumah kos dan menangkap pelaku,” ujar Wakapolres.

Kedua tersangka dijerat Pasal 363 ayat KUHP, dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun.

Kepada petugas, kedua pelaku mengatakan memanfaatkan kelengahan korban yang meninggalkan HP di dashboar motor miliknya. (*)