JAKARTA – Mantan artis yang juga Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengadukan kondisi warganya ke Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Hal ini dia sampaikan saat audiensi di Jakarta.
Lucky Hakim menyoroti fakta bahwa Indramayu sebagai daerah kaya sumber daya, namun menghadapi tingkat kemiskinan yang tinggi.
Dalam pertemuan itu, Bupati menyebut budaya konsumtif dan tekanan sosial sebagai faktor yang memperparah kemiskinan di wilayahnya. Ia berharap BP Taskin dapat membantu mencari solusi konkret terhadap kemiskinan di Indramayu. Dia mengusulkan, pengentasan kemiskinan di sana melalui pendekatan pembangunan yang mampu mengatasi akar masalah sosial dan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan ini harus mengatasi akar masalah sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Lucky Hakim.
Audensi tersebut juga ada Bupati Bombana, H Burhanuddin Makku. Dia menyampaikan pentingnya merubah definisi kemiskinan di masyarakat. Karena kemiskinan sangat identik dengan bantuan bagi masyarakat.
“Perlu ada redifinisi dari ketergantungan bantuan menjadi pemberdayaan dan prestasi,” kata dia.
Menanggapi aduan tersebut, Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko menyampaikan program untuk Indramayu dan sekitarnya. BP Taskin akan menjadikan Indramayu salah satu prioritas dalam program aglomerasi pengentasan kemiskinan bersama Cirebon, Brebes, dan Kuningan.
Budiman sepakat dengan usulan Bupati Bombana. Karena menurutnya, BP Taskin berkomitmen mempercepat pembentukan pusat pelatihan kerja dan mendukung pertanian modern. Demikian juga dengan mendorong investasi inklusif. Penguatan SDM melalui pelatihan kewirausahaan, BLK Plus, dan Sekolah Rakyat akan menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.
“Sangat pentingnya untuk mengubah cara pandang terhadap kemiskinan. Dari obyek penerima bantuan menjadi masyarakat produktif yang berdaya,” kata Budiman. (*)






