Masuk Pesantren, Santri Wajib Rapid Tes dan Isolasi

  • Bagikan
Santri Ponpes El Bayan dirapid antigen dan menjalani isolasi sebelum masuk asrama, Kamis (27/5/2021). Alat dan bahan rapid bantuan dari Polda Jateng. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Santri yang kembali masuk pondok pesantren, diwajibkan untuk menjalani tahapan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid19. Apalagi jika santri ini kedapatan mengalami gangguan kesehatan.

Tahapan ini mulai dari sterilisasi diri dan barang bawaan menggunakan disinfektan. Disusul kemudian dengan pemeriksaan berkas, rapid bagi yang belum serta isolasi di ruang terpisa. Setelah itu mereka baru bisa masuk ke asrama.

“Protapnya memang begitu. Kalau santri yang tidak membawa surat keterangan sehat, harus rapid di sini,” ujar pengurus Jogo Santri di Pondok Pesantren El Bayan Kecamatan Majenang, Cilacap, Imron Falak, Kamis (27/5/2021).

Dia mengatakan, pondok dibantu dengan adanya program rapid tes antigen dari Polres Cilacap melalui Polsek Majenang dan bekerja sama dengan Puskesmas Majenang 1. Dengan demikian, rapid antigen bisa dilakukan secara gratis.

“Ada bantuan program rapid tes dari Polsek Majenang dan gratis bagi santri,” katanya.

Saat ini, sebagian besar santri sudah kembali ke pondok usai menjalani libur puasa dan lebaran.

“Sekarang sudah masuk gelombang ke dua. Untuk siswa baru, masuk Juni bersamaan dengan tahun ajaran baru,” katanya.

Kapolsek Majenang, AKP Erna Tri Hastuti mengatakan, pengadaan bahan rapid antigen ini berasal dari program Polda Jateng. Termasuk Polsek Majenang yang mendapatkan bantuan program tersebut.

Sasarannya adalah warga masyarakat yang terdiri dari pendidik, petugas di layanan umum serta santri pondok.

“Ini program dari Polda Jateng untuk semua Polsek. Kita diarahkan untuk kerja sama dengan puskesmas di masing-masing wilayah,” kata dia.

Ditambahkannya, total ada 91 sasaran warga yang terdiri dari santri, guru dan staf pemerintah di bagian pelayanan. Khusus sasaran terakhir digelar Jumat (28/5/2021) bagi staf Kecamatan Majenang.

“Ada 25 staf kecamatan,” katanya.

Kepala Puskesmas Majenang 1, Sri Wahyuni mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap terus berupaya mencegah penularan dan penyebaran Covid19. Salah satunya dengan memastikan para santri dalam kondisi sehat saat kembali masuk ke pondok pesantren untuk belajar.

Upaya ini terus dilakukan mengingat pandemi belum ada tanda-tanda berakhir. Bahkan baru-baru ini, Cilacap diterobos virus Covid19 varian baru yang dibawa Anak Buah Kapal (ABK) asal Filipina dan sudah menular ke sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cilacap. Seluruh nakes ini sekarang tengah menjalani isolasi terpusat di RS Priscilla.

“Rapid bagi santri ini upaya kita bersama mencegah penyebaran lebih luas,” tegasnya. (*)

  • Bagikan