CILACAP – Sebuah kapal milik nelayan Pemalang yang tengah berlayar mencari ikan, terbakar di tengah laut. Kapal bernama Serba Prima 8 berbobot 8 GT tersebut terbakar justru saat seluruh ABK tengah tertidur pulas, Selasa (16/5/2023) sekira pukul 23.15 WIB.
Informasi dari petugas menyebutkan, sumber api berasal dari kenalpot kapal atas. Sejumlah kru sempat berupaya memadamkan api namun gagal. Akibat api terus membesar, seluruh ABK beserta kru memutuskan untuk terjun ke laut. Mereka berpegangan pelampung parasut atau jangkar apung.
Setelah api mulai padam, ada 2 ABK berinisiatif mengejar kapal nelayan yang terbakar itu. Sementara 11 ABK tetap berpegang pada parasut.
Lalu pada Rabu (17/5/2023), KM Hasil Selalu 2 melintas di sekitar kapal nelayan yang terbakar. 2 ABK berhasil diselamatkan oleh kru KM Hasil Selalu 2. Saat itu, api di atas KM Serba Prima 8 sudah padam.
2 ABK Serba Prima 8 lalu dibawa KM Hasil Selalu 2 ke dermaga PPSC dan tiba di sana pada Jumat (19/5/2023), pukul 02.35 WIB. ABK dari KM Hasil Selalu 2 lalu melaporkan kejadian ini ke pihak terkait.
Mendapati laporan ini, petugas langusng menggelar operasi pencarian dan penyelamatan terhadap 11 ABK yang masih tertahan di laut lepas.
Kasatpol Airud Polresta Cilacap, AKP Huda Syafi’i SIP, MM mengatakan, pencarian terhadap 11 ABK dengan mendasari lokasi terakhir kapal nelayan yang terbakar itu.
“Petugas gabungan mencari 11 ABK yang masih berada di laut,” katanya.
Dia merinci, total ada 14 ABK yagn ada di atas KM Serba Prima 8. Namun sebelum kejadian, nahkoda kapal yakni Agus Setiawan meminta izin untuk pulang dengan alasan istri akan melahirkan. Dia lalu ikut salah satu kapal yang akan kembali ke Cilacap.
“Jadi nahkoda kapal beberapa hari sebelum kejadian sudah pulang duluan,” katanya.
Dia menambahkan, pencarian kapal terbakar ini melibatkan sejumlah unsur. Mulai dari anggota Polairud Polresta Cilacap, Basarnas, TNI AL dan nelayan setempat. (*)






