News  

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Sebut, Lapas Kutacane hanya Punya 6 Sipir

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dalam sebuah kesempatan. Agus menyebut, jumlah petugas sipir di Lapas Kutacane hanya 6 orang hingga kelawahan saat napir kabur pada Senin (10/3/2025) menjelang waktu buka puasa. (doc/instagram)

JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto menyebut jumlah sipir di Lapas Kutacane, Aceh Tenggara. Dia memastikan, petugas sipir di sana hanya ada 6 orang. Kalah jauh dengan jumlah penghuni Lapas Kutacane, termasuk mereka yang sempat kabur.

Peristiwa mengemparkan terjadi di Lapas Kutacane Kabupaten Aceh, yakni saat puluhan napi kabur. Mereka melarikan diri dengan cara lompati pagar utama, atau naik ke atap lapas. Aksi ini terjadi hanya beberapa saat sebelum waktu buka puasa, Senin (10/3/2025).

Informasi yang beredar menyebutkan, para napi menggunakan berbagai metode untuk meloloskan diri. Ada yang melompati pagar depan lapas, memanjat tembok, hingga membobol atap sebagai jalur pelarian.

Peristiwa napi di Lapas Kutacane Kabupaten Aceh yang kabur, viral di media sosial. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan para napi berlarian ke berbagai arah setelah berhasil keluar dari dalam lapas.

Terkait hal ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto menyebut, petugas sipir di Lapas Kutacane kalah jumlah. Hingga mereka tidak bisa dengan cepat mencegah para napi kabur.

“Petugas cuma 6 orang,” kilahnya.

Meski kalah jumlah, sipir Lapas Kutacane masih sempat mengejar kembali para napi yang kabur. Beberapa napi dibawa sipir masuk ke dalam Lapas Kutacane karena tertangkap.

Agus menambahkan, kementerian akan memeriksa seluruh aspek yang menjadi penyebab para napi kabur, beberapa saat sebelum buka puasa.

Informasi awal yang dia dapat, penyebab karena napi minta jatah makan yang sama. Di lapas ini ada perbedaan menu makan bagi para napi.

“Mereka minta jatah makan sama kaya (napi) yang dari KPK,” kata dia.

“MEmang di sana ada beberap klasifikasi menu makan. Ada yang (harga) Rp 18 ribu, Rp 20 ribu dan Rp 22 ribu,” tegasnya. (*)