News  

Minyak Curah Hilang Setelah Harga Naik

Minyak goreng curah hilang usai harga naik sejak akhir 2021. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Stok minyak goreng curah yang hilang sejak Rabu (6/4/2022) setelah harga naik. Kenaikan harga minyak sudah terjadi sejak akhir 2021 atau menjelang libur natal dan tahun baru. Namun kenaikan harga minyak goreng, baik curah maupun kemasan terus berlanjut sampai dengan Februari 2022.

Hingga sampai kemudian muncul kebijakan pemerintah untuk menetapkan 1 harga minyak goreng kemasan yakni Rp 14 ribu. Baru kemudian, harga minyak goreng curah tergolong stabil dan pasokan selalu ada.

Dan pada Februari 2022, harga minyak goreng curah stabil di angka Rp 19 ribu atau Rp 20 ribu per kg. Harga ini sama seperti pada Desember 2021.

Beberapa hari usai ketentuan 1 harga minyak goreng kemasan, harga minyak curah stabil. Yakni Rp 19 ribu per kg. Selama kebijakan harga minyak curah Rp 14 ribu tersebut, pasokan minyak goreng curah sangat stabil.

Namun pada Rabu (6/4/2022), tiba-tiba saja ada laporan minyak goreng curah hilang dari pasar tradisional. Salah satu pasar yang melaporkan tidak adanya stok minyak goreng curah adalah Pasar Majenang.

Minyak goreng curah yang tiba-tiba hilang ini dikabarkan oleh Kepala Pasar Majenang, Paino, Rabu (6/4/2022). Menurutnya, kabar ini muncul setelah petugas pasar melakukan pemantauan harga rutin.

“Minyak goreng curah tidak ada di pasar,” kata Paino melalui pesan whatsapp.

Dia kemudian mengirimkan hasil pantuan petugas terkait harga kebutuhan pokok di Pasar Majenang. Tiap komoditas selalu ada harga per satuan baik kilo maupun liter.

Namun khusus komoditas minyak goreng curah, kolom harga kosong. Biasanya minyak curah di jual dengan ukuran liter maupun kilogram.

“Posisi hari ini (Rabu, 6/4/2022),” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cilacap menjamin stok pangan aman selama puasa sampai dengan lebaran 2022. Hal ini berdasarkan stok yang ada dan perkiraan keniakan kebutuhan menjelang lebaran. (*)