News  

Minyak Goreng Merk Baru Bermunculan

Minyak goreng merk baru tiba-tiba bermunculan dan masuk ke pasar tradisional di daerah pinggiran. Sementara merk yang sudah terkenal menghilang. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Minyak goreng dengan merk baru, tiba-tiba bermunculan seperti jamur di musim penghujan. Merk ini sebelumnya jarang sekali ada di pasar. Apalagi pasar di daerah pinggiran.

Namun justru, minyak goreng merk baru ini sudah masuk dan beredar luas sampai daerah pinggiran. Tidak hanya di pasar tradisional saja, namun sudah masuk ke sejumlah toko modern dan toko retail.

Edi Suroso, salah satu pedagang di Pasar Majenang, Cilacap mengaku ada sejumlah merk baru yang mulai masuk. Dia mencontohkan merk d’Vina, Ceremai, Sabrina dan lainnya.

“Memang sekarang banyak merk baru,” ujar dia.

Merk ini, kata sebelumnya jarang sekali beredar. Bahkan dia baru mengetahui ada merk tersebut meski sudah berjualan sejak 2011 lalu.

Sariman, pedagang di Pasar Cileumeuh Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu, Cilacap juga melontarkan hal serupa. Selama ini masyarakat sudah sangat mengenal merk Bimoli dan sejenisnya.

Hanya saja, sejak ada aturan harga minyak goreng dari Kementerian Perdagangan RI, merk terkenal ini seolah menghilang dari pasaran.

“Sejak ada aturan itu, merk yang sudah terkenal malah tidak ada. Sales memang masih ke pasar, tapi selalu bilang stok habis,” terangnya.

Dia mengaku bersyukur karena merk baru ini hadir dengan harga beragam tepat saat ada kelangkaan minyak. Karena dalam beberapa bulan ini, kiosnya sering kehabisan stok. Dalam sepekan dia hanya memiliki 2 karton minyak goreng dan habis dalam sepekan.

Namun dia mengaku kualitas minyak goreng merk baru ini masih kalah. Seperti minyak yang mengendap di bagian bawah dan nampak lebih keruh dibandingkan dengan yang ada di sisi atas.

“Di bawah nampak keruh. Mirip dengan minyak goreng curah,” tegasnya. (*)