News  

Minyak Goreng Terus Menghilang

Stok minyak goreng di tangan pedagang pasar tradisional menipis dan seperti menghilang dari pasaran. Pedagang kerap hanya punya 5 karton dan habis dalam sepekan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Minyak goreng terus saja menghilang dari pasaran meski pemerintah sudah menggelar operasi pasar. Saat ini, komoditas tersebut masih menjadi buruan warga tiap kali toko memiliki stok.

Stok minyak goreng di tangan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Cilacap juga terus menipis dan nyaris menghilang. Mereka memang masih mendapatkannya. Namun kiriman minyak sudah berkurang drastis.

Sariman, pedagang kelontong di Pasar Cileumeuh Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu, Cilacap mengatakan, dalam seminggu paling banyak dia hanya mampu menyediakan 2 karton minyak goreng.

“Paling banyak 2 karton. Itupun kalau ada,” ujarnya, Senin (14/3/2022).

Dia mengatakan, pekan lalu dia tidak ada stok sama sekali. Meskipun sudah berupaya mencari minyak goreng ke tempat lain. Termasuk pasar yang lebih besar dan berada di luar Kecamatan Cimanggu.

Menurutnya, selama ini para sales minyak goreng memang kerap datang ke sana. Namun sering kali tidak membawa barang. Hingga dia harus mencari ke pedagang grosir yang masih memiliki stok.

“Sering nyari ke grosiran seperti yang ada di Pasar Majenang,” kata dia.

Datim, pedagang di Pasar Majenang mengatakan hal serupa. Sebelum ada ketentuan harga minyak goreng, dia selalu mendapatkan pasokan langsung dari sales.

“Sekarang ga pernah ada. Dapat minyak dari pedagang grosir. Itupun paling banyak 5 karton dan seminggu pasti habis,” kata dia.

Kepala Pasar Majenang, Paino mengatakan ada berbagai kemungkinan terhadap kondisi minyak goreng yang terus menghilang dari pasaran. Ada kemungkinan pedagang menahan diri untuk tidak membeli minyak dalam jumlah besar.

Mereka khawatir jika membeli banyak, harga akan turun karena adanya ketentuan dari Kementerian Perdagangan RI. Sementara kalau menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pedagang takut terkena masalah.

“Apalagi kalau sampai menumpuk minyak. Nanti dikira penimbun. Ini yang mungkin membuat pedagang enggan membeli dalam jumlah besar,” tegas Paino. (*)