Mobil Damkar Minim. Dewan Minta Tiap Tahun Ada Penambahan

  • Bagikan
Jumlah mobil pemadam di Cilacap masih sangat kurang dan harus ada penambahan tiap tahun. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Jumlah mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di bawah kendali Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap, dirasa masih sangat minim. Terutama mobil yang ditempatkan di 3 pos damkar, yakni Kroya, Majenang dan Sidareja.

Saat ini di tiap pos itu baru ada satu unit armada pemadam. Sementara tiap pos mengampu minimal 5 kecamatan atau bahkan lebih. Hal ini dinilai sangat tidak ideal untuk bisa mengatasi saat ada kebakaran besar.

“Selayaknya ada dua. Jangan satu,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cilacap, Mitra Patriasmoro.

Dia mencontohkan mobil damkar di Pos Majenang dan Sidareja. Pos Majenang dengan hanya 1 armada harus melayani 5 kecamatan. Sementara Pos Sidareja, dengan jumlah armada yang sama dan kondisinya lebih tua, harus mengampu 6 kecamatan. Tentu saja hal ini sangat tidak ideal karena akan menghambat kinerja petugas maupun kecepatan dalam penangganan kebakaran.

“Tentu tidak ideal dan menghambat pelayanan,” ujarnya.

Ditambahkannya, tahun ini memang ada tambahan 1 unit armada damkar dan sudah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap. Hanya saja belum diketahui terkait penempatan armada baru tersebut.

“Kita belum tahu mau didistribusikan kemana,” kata dia.

Komisi A, katanya juga mendorong agar pengadaan ini kembali dilakukan tahun anggaran 2022. Hal ini juga selalu disampaikan tiap kali menggelar rapat koordinasi dengan Satpol PP maupun instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Kita dorong tahun depan ada pengadaan lagi,” tegasnya.

Selain itu, armada damkar Cilacap dinilai sudah terlalu tua dan membahayakan petugas saat bekerja maupun menuju lokasi kejadian. Salah satunya armada damkar di Pos Sidareja. Armada ini sudah bertugas dari sebelum 2010 hingga dinilai tidak layak lagi dipakai. (*)

  • Bagikan