Nakes Puskesmas Karangpucung 1 Cukup Isolasi Mandiri

  • Bagikan
Nakes Puskesmas Karangpucung 1 foto bersama dalam sebuah kesempatan. Puskesmas ini masih tutup karena ada nakes terpapar Covid19. (doc)

CILACAP – 5 tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Karangpucung 1 dan terpapar Covid19, kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Ini terlihat dengan kebijakan yang diambil dan diterapkan bagi kelima nakes itu. Mereka hanya menjalani isolasi mandiri dan dipastikan bisa kembali bertugas usai dinyatakan sehat.

“Hanya isolasi mandiri,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Ari Windhi.

Merujuk pada keputusan Kementerian Kesehatan RI, isolasi mandiri bisa dilakukan jika warga terpapar itu tanpa gejala. Sementara yang mengalami keluhan atau gejala ringan, harus menjalani isolasi di fasilitas kesehatan. Seperti di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk merawat pasien Covid19 dan ada ruang isolasi.

Ditambahkannya, ada 5 nakes yang terpapar hingga kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mengambil langkah untuk menutup sejumlah layanan di sana. Seperti layanan persalinan, rawat inap dan rawat jalan. Sementara layanan kedaruratan masih diberikan.

Kepala Puskesmas Karangpucung 1, dr Agus Suharto mengatakan kalau ruang persalinan tutup paling lama. Diperkirakan sampai 10 hari kedepan karena semua nakes terpapar Covid19.

“(Ruang persalinan) Bisa (tutup) paling lama. Sampai 10 hari,” kata dia.

Saat ini, ruang rawat inap, rawat jalan dan persalinan terus dilakukan pembersihan atau sterilisasi. Ditargetkan ruang rawat jalan mulai beroperasi kembali pada Selasa (25/5/2021). Disusul kemudian ruang rawat inap pada Kamis (27/5/2021).

“Sekarang kita sterilisasi semua dan Selasa ruang rawat jalan sudah buka lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, Puskesmas Karangpucung 1 terpaksa ditutup karena ada 5 nakes terpapar Covid19. Penutupan layanan di sana sejak Minggu (22/5/2021) hingga Rabu (26/5/2021). (*)

  • Bagikan