News  

Napi Kutacane Pindah ke Nusakambangan. Untuk Apa?

Dirjenpas, Mashudi saat menemui napi di Lapas Kutacane. Dia memberikan tawaran kepada napi Kutacane untuk pindah dan berlatih di BLK Nusamakbangan. (doc)

ACEH – Para napi di Lapas Kutacane, dapat tawaran untuk pindah ke Nusakambangan. Tawaran ini datang dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Tepatnya melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Peristiwa mengemparkan terjadi di Lapas Kutacane Kabupaten Aceh, yakni saat puluhan napi kabur, Senin(10/3/2025) sore. Mereka melarikan diri dengan cara lompati pagar utama, atau naik ke atap lapas. Aksi ini terjadi hanya beberapa saat sebelum waktu buka puasa.

Pasca kejadian, petugas lapas bersama aparat TNI dan Polri berhasil mengamankan situasi. Petugas juga berhasil menangkap sejumlah napi yang kabur dan membawa kembali dalam lapas.

Penyebab napi Kutacane kabur karena sudah overload atau melebihi batas kapasitas. Seharusnya, lapas ini hanya untuk 100 napi. Namun ternyata ada 326 napi yang ada di Lapas Kutacane, Aceh Tenggara.

Direktorat Jenderal Pmasyarakatan, lalu berupaya mengurangi jumlah napi agar lebih ideal. Salah satunya dengan menawari napi untuk Lapas Kutacane pindah dan ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Nusakambangan. Mereka akan terlibat dalam menjadikan Nusakambangan sebagai lumbung ketahanan pangan nasional.

Di BLK Nusakambangan, napi yang pindah dari Lapas Kutacane akan mendapatkan pelatihan serta bisa melakukan kegiatan produktif. Mulai dari peternakan, budi daya ikan dan udang, pertanian, maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya. Tentu saja, para napi ini akan mendapatkan imbalan saat sudah mulai berproduksi.

“Dan apabila telah berproduksi akan ada imbalan berupa premi yang sebagian akan ditabung sampai pulang bebas,” ucap Mashudi.

Selain itu, Kementerian Imipas juga berencana merelokasi lapas ke tempat baru di lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Lahan seluas 4,1 hektar ini dinilai cukup untuk mendirikan lapas baru yang lebih layak. (*)