News  

Nusakambangan Takan Mampu Hadang Tsunami

Pulau Nusakambangan di selatan Cilacap tidak akan bisa hadang tsunami jika pusat gempa ada di sisi timur. (doc)

CILACAP – Pulau Nusakambangan yang ada di selatan Cilacap, takan mampu hadang jika terjadi tsunami. Terutama jika pusat gempa berada di sisi timur Cilacap.

Cilacap sendiri masuk daerah yang akan terdampak tsunami akibat megathrust karena berada di pertemuan 2 lempeng.

Gempa megathrust berawal dari terjadinya tumbukan antar 2 lempeng besar. Tumbukan ini menimbulkan guncangan sangat dahsyat dengan kekuatan 8,7 magnitudo. Gempa ini lalu menimbulkan tsunami yang bisa menyapu daratan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, Cilacap berhadapan langsung dengan lempeng Samudera Hindia dan Eurasia. Dan wilayah ini sekarang sudah sering terjadi gempa. Beberapa waktu lalu, gempa lebih sering terjadi di selatan Pangandaran atau barat Nusakambangan. Namun kalau pusat gempa ada di sisi timur, maka Nukambangan takan mampu hadang tsunami.

“Jangan menganggap Nusakambangan masih bisa melindungi. Kalau gempa di Selatan Pangandaran kita masih sebagian terlindungi,” kata Wijonardi.

Menurutnya, saat ini sudah ada trend pusat gempa bergeser ke arah timur. Bukan lagi di barat Nusakambangan. Pihaknya mencatat dalam 3 hari terakhir Juli 2022, ada 75 lebih gempa dan pusatnya bergeser ke arah timur.

“Kemarin 2 kali di Bantul pas sore. Paginya bergeser lagi,” kata dia.

Karena itulah dia menekankan perlunya peralatan sistim peringatan dini yang mendukung. Tujuannya untuk meningkatkan kecepatan dan kewaspadaan semua pihak. Karena saat ini, jumlah alat early warning systim di Cilacap masih kurang dari ideal.

Saat ini sudah terpasang 22 unit dari kebutuhan 75 unit. Dan hasil uji coba terbaru, hanya 15 unit saja yang masih berfungsi dengan baik. Sisanya yakni 7 unit rusak.

Maka dari itu, BPBD berharap agar ada peran dari swasta untuk menambah alat sistim peringatan dini. Dengan tambahan alat ini, maka akan mengurangi keterangantungan terhadap fungsi Nusakambangan untuk hadang tsunami.

“Kalau gempa di kanan kiri kita khawatir. Siapa yang megangin tau-tau gabrug. Ya sudah habis kita,” tegasnya. (*)