Omzet Pedagang Kambing Terjun Bebas

  • Bagikan
Penjualan kambing sehari jelang Idul Adha 2021 di Pasar Karangpucung, terasa sangat sepi. Permintaan kambing dari luar Kabupaten Cilacap turun sampai 60 persen. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Pedagang hewan kurban di pasar kambing terbesar Kabupaten Cilacap, Pasar Karangpucung harus menelan pil pahit. Sehari jelang Hari Raya Idul Adha, mereka belum juga mencapai separuh hasil penjualan tahun 2020.

Tahun lalu seorang pedagang kambing sehari bisa mengirimkan 100 ekor lebih ke kota besar. Sebut saja pembeli dari Jakarta, Bandung dan sejumlah kota di Jawa Barat. Namun tahun ini, mereka hanya bisa mengirimkan 40 sampai 50 ekor kambing tiap hari.

“Turun sampai 60 persen,” ujar Wastum, salah satu pedagang kambing di Pasar Karangpucung, Senin (19/7/2021).

Dan jika dibandingkan 2 tahun lalu, permintaan ini sangat jauh berkurang. Setahun sebelum pandemi atau pada 2019 lalu, sekali pengiriman bisa mencapai 200 ekor kambing atau bahkan lebih. Pengiriman ini hanya untuk melayani permintaan dari Jakarta saja.

“Tahun-tahun sebelumnya bisa sampai 200 ekor,” katanya.

Dia mengatakan, penurunan ini karena adanya pengetatan di sejumlah titik perbatasan hingga menyulitkan pedagang untuk mengirimkan kambing ke luar Kabupaten Cilacap. Disisi lain, para pedagang juga tidak mau menanggung resiko lebih besar.

Caranya dengan meminta pembayaran di muka kepada para pembeli dari luar Kabupaten Cilacap. Langkah ini tentu saja memberatkan para pembeli. Hal ini terpaksa dilakukan karena banyak permintaan dari kota besar juga mengalami penurunan.

“Bayar dulu baru barang kita kirim,” kata dia.

Faktor penurunan lainnya karena banyak calon pembeli di kota besar yang tidak punya lapak. Umumnya adalah pedagang kambing musiman. Biasanya mereka baru membuka lapak di tempat strategis menjelang Idul Adha. Pedagang musiman seperti ini dipastikan tidak bisa membuka lapak lagi karena adanya aturan selama PPKM Darurat.

“Beda dengan yang punya lapak, misal buka di rumah. Mereka ini masih tetap minta dikirim. Tapi jumlahnya juga terbatas,” kata dia.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Aziz Nur Rohman. Pedagang kambing asal Kecamatan Karangpucung ini mengakui, permintaan dari luar wilayah turun drastis. Namun demikian, pembeli dari luar Kabupaten Cilacap masih tetap ada.

Sehari jelang Idul Adha, dia masih berharap bisa mendapatkan keuntungan. Harga kambing naik antara Rp 450 sampai Rp 500 ribu per ekor. Terutama untuk kambing ukuran standar.

“Yang standar. Kalau kemarin masih Rp 3 jutaan, sekarang naik jadi tiga setengah,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga di hari terakhir sangat wajar karena pembeli sudah tidak punya waktu untuk mencari kambing. Kesempatan ini dimanfaatkan para pedagang untuk menaikan harga.

“Harga naik, tapi masih wajar. Bisa dibilang begitu karena pembeli juga menurun,” tegasnya. (*)

  • Bagikan