News  

Padi Siap Panen Terancam Rusak Akibat Banjir

Banjir longsor di Kecamatan Wanareja, Cilacap membuat padi siap panen rusak karena tergenang banjir. (doc)

CILACAP – Padi siap panen di sejumlah desa di Kecamatan Wanareja, Cilacap, terancam busuk akibat banjir, Rabu (10/8/2022). 80 hektar diantaranya berada di Desa Madusari. Kondisi serupa juga ada di Desa Wanareja dan Madusari.

Banjir dan longsor di Kecamatan Wanareja terjadi akibat hujan turun sejak Selasa (9/8/2022) sore hingga malam. Saat Rabu dini hari, banjir mulai menggenangi perkampungan warga. Genangan air lalu masuk ke areal persawahan dan membuat padi siap panen terancam busuk.

Hujan juga mengakibatkan tanah longsor di sejumlah lokasi. Longsor di Desa Adimulya menyebabkan jalan tertutup tanah. Warga bersama aparat terkait melakukan kerja bakti menggunakan alat seadanya. Pekerjaan mampu membuang material tanah longsor. Pada Rabu sore, jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda 4.

Berdasarkan laporan PMI Cilacap, banjir longsor terjadi di 6 desa yakni Sidamulya, Adimulya, Malabar, Wanareja, Madura dan Madusari. Banjir mengakibatkan lebih dari 80 ha sawah terendam dan membuat padi siap panen tergenang.

PMI juga melaporkan, bencana ini sudah menimbulkan kerugian material lebih dari Rp 45 juta di 3 desa. Yakni di Desa Adimulya sebesar Rp 10 juta, Desa Malabar (Rp 20 juta) dan Majingklak (Rp 25 juta).

Sementara itu, penangganan longsor di ruas jalan Majenang-Wanareja sudah membuahkan hasil. Pada Kamis (11/8/2022), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Cilacap mengerahkan alat berat. Selain itu juga ada dum truck untuk membuang material ke lokasi lain.

Kepala UPT Perawatan Jalan di Dinas PUPR Cilacap, Ahmad Ghozali memastikan, jalan sudah terbuka dan bisa dilalui kendaraan. Pihaknya mengerahkan 1 unit alat berat dan bekerja sejak Rabu sore hingga malam.

Pekerjaan berlanjut pada Kamis pagi sampai akhirnya bisa membuang seluruh material longsor di lokasi tersebut.

“Pekerjaan sudah selesai. Pakai alat berat dan bekerja sampai jam 12 (Rabu) malam. Pagi lanjut lagi,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya melibatkan armada dumtruck hingga pekerjaan tersebut cepat selesai.

“Oh iya jelas pakai dumtruck,” tegasnya. (*)