JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) menampilkan motor honda supra GTR dalam pameran honda supra GTR di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025. Kehadiran motor bebek dalam honda supra GTR menarik perhatian karena jarang dibawa ke pameran seperti ini.
“Kami menampilkan honda supra GTR secara lengkap, mulai dari model explorer, stylish, hingga penggunaan harian. Kami bawa semua untuk memberi pengalaman total bagi pengunjung,” ujar Direktur Pemasaran PT AHM, Octavianus Dwi.
Booth Honda berada di Hall 9-10 ICE BSD City, Tangerang. Di ajang IMOS ini, AHM menata berbagai zona, mulai Fashion, Urban, Big Scooter, Racing, Explorer, Lifestyle, hingga EV Zone. Penataan ini memudahkan pengunjung menjelajahi produk Honda. Selain itu, honda supra ditampilkan di setiap zona penting untuk menarik perhatian pengunjung.
AHM juga memamerkan seri Supra 150 GTR dalam honda supra, salah satu legenda motor bebek Indonesia sebelum era skutik.
Octavianus menekankan, honda supra menunjukkan pasar motor bebek masih ada, meski proporsinya kecil. Ia menambahkan bahwa motor bebek mengisi sekitar 5 persen dari total pasar Indonesia. Kehadiran honda supra GTR di pameran memperlihatkan angka tersebut secara nyata kepada pengunjung.
Honda Supra GTR Tetap Relevan di Pasar Motor Bebek
Octavianus menegaskan bahwa Honda Supra tetap relevan karena pengunjung dari berbagai daerah dapat melihat motor bebek langsung. Ia menambahkan, pasar nasional mungkin hanya 5 persen, tapi di luar Jawa kontribusinya lebih tinggi, sehingga honda supra di pameran IMOS memberi gambaran nyata kondisi pasar di tiap wilayah.
Sepanjang Januari-Agustus 2025, AHM mendistribusikan total 4.269.718 unit motor. Dari jumlah itu, 213 ribu unit motor bebek dipamerkan dalam honda supra, menunjukkan keberlanjutan motor bebek di pasar domestik.
Meskipun motor bebek pernah jadi primadona, pasar sekarang menunjukkan skuter matic lebih dominan. Data AISI mencatat bahwa pangsa pasar motor bebek menurun drastis dari 22,8 persen pada 2013 menjadi 5,08 persen pada 2023. Meski demikian, honda supra tetap hadir sebagai ikon motor bebek di Indonesia. (*)






