Paul Zhang Sadar Saat Lakukan Penistaan

  • Bagikan
Jozeph Paul Zhang dalam sebuah tayangan di youtube

PENULIS : HARYADI NURYADIN

CILACAP – Ujaran dan penistaan oleh Jozeph Paul Zhang yang ramai dibicarakan, terus mendapatkan komentar dari berbagai kalangan. Mulai dari organisasi massa tertentu, kalangan pendeta gereja hingga warga biasa di dunia maya. Tidak terkecuali Menteri Agama RI, Gus Yaqut yang ikut memberikan komentar dan sudah tayang di sejumlah televisi nasional.

Terbaru adanya komentar dari kaum santri yang menilai seluruh perkataan dan ujaran Pual Zhang layak masuk hukum pidana. Penyebabnya karena hinaan ini dilakukan dengan kesadaran penuh oleh pelakunya.

“Lihat saja videonya. Mimiknya puas setelah melontarkan hinaan,” ujar Ketua Yayasan Pondok Pesantren El Bayan Kabupaten Cilacap, Fathul Aminudin Aziz.

Aziz menambahkan, perilaku Paul Zhang ini pada dasarnya sudah masuk pasal penistaan agama. Mulai dari pernyataan pengakuan sebagai Nabi ke 26, sampai dengan menghina Nabi Muhammad sebagai mahluk cabul. Ditambah lagi, seluruh pernyataan ini dilakukan atas kesadaran penuh dan tidak ada unsur bercanda didalamnya.

“Sudah memenuhi pasal penistaan agama,” kata dia.

Dari klaim sebagai nabi ke 26, lanjutnya menunjukkan Jozeph Paul Zhang memiliki tingkat keilmuan cukup tinggi. Terutama dalam hal pemahaman materi agama, baik Islam maupun Kristen. Karena dengan mengklaim sebagai nabi ke 26, artinya Paul Zhang paham jumlah nabi dalam Islam ada 25.

Namun meski berilmu tinggi, Paul Zhang bukan tanpa masalah dalam kepribadian. Yakni perkara adab atau sikap baik. Dalam dunia pondok, adab ini posisinya lebih tinggi dari pada penguasaan ilmu.

“Nilai (penguasaan materi) religi dan tingkat religiusnya tinggi. Tapi masalahnya pada adab. Adab keilmuannya rendah. Hingga saat implementasinya gagal, cenderung menghina orang atau agama lain,” terang Aziz.

Dia kemudian meminta agar masyarakat dan pemeluk agama islam tidak terpancing semua ujaran Paul Zhang. Karena lontaran bernada provokasi ini tidak perlu ditanggapi berlebihan. Apalagi sampai mengeluarkan ancaman dan sebagainya yang justru menunjukkan posisi orang islam sama dengan Paul Zhang.

“Biarkan saja. Kalau ditanggapi ya sama saja kita tidak beradab. Serahkan saja ke petugas,” tandasnya. (*)

  • Bagikan