Pelaku UMKM di Alun-Alun Akan Dilakukan Sistem Ganjil Genap

  • Bagikan
Pemkab Cilacap terapkan ganjil genap untuk membatasi pedagang yang berjualan di tempat umum. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Angka kasus penularan Covid-19 di Cilacap terus meningkat satu minggu ini. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap kembali mengintensifkan operasi yustisi kepada masyarakat, untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Salah satunya dengan melakukan pembatasan kegiatan perdagangan masyarakat, terutama di pusat keramaian. Pemerintah membatasi jumlah pedagang yang berjualan. Seperti di alun-alun Cilacap, Kroya, Sidareja, Majenang, atau lapangan di kecamatan-kecamatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap Yuliaman Sutrisno mengatakan, pembatasan ini dilakukan dengan system ganjil genap.

“Kita akan melaksanakan pengetatan, misalnya pedagang kaki lima di satu tempat yang fasilitas Pemda kita buat ganjil genap, jadi boleh tetap berdagang karena pemulihan ekonomi nasional harus jalan, tetapi mohon maaf kepada para pedagang karena itu potensi kerumunan besar,” ujar Yuliaman.

Yuliaman mengatakan bekerjasama dengan paguyuban pedagang. Selanjutnya dilakukan pengundian, dimana ada pedagang yang berjualan di tanggal genap dan tanggal ganjil. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan pedagang dan pembeli.

“Jadi kalau pedagang yang dapat unduan ganjil, maka hanya di tanggal ganji, sehingga pedagang yang berjualan jumlahnya 50 persen dari biasanya,” katanya.

Pemberlakuan ini akan diujicoba selama dua minggu kedepan, sesuai dengan Instruksi Bupati Nomor 15 Tahun 2021. Selanjutnya nanti akan dilakukan evaluasi terkait dengan pelaksanana sistem tersebut.

Terpisah, Ketua Asosiasi UMKM Cilacap Suwaryan mengatakan penerapan kebijakan tersebut diharapkan akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi wilayah. Bagaimanapun pihaknya akan tetap mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Nanti kita akan koordinasikan kepada para pelaku artinya, bagaimana ekonomi tetap beerjalan tapi covid-19 tetap diantisipasi,” katanya.(*)

  • Bagikan