JAKARTA – Pemerintah terus menambah kekuatan alat berat di Aceh untuk mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Keberadaan alat berat ini untuk membuka dan memulihkan jalan ataupun jembatan yang rusak akibat banjir longsor.
Menteri Dody menyatakan Kementerian PU bergerak cepat guna memulihkan akses dan fasilitas publik yang rusak akibat bencana. Dan salah satu langkah terbaru adalah dengan menambah alat berat ke wilayah bencana. Alat berat ini berasal dari pihak swasta yang selama ini menjadi mitra BUMN.
“Kami bergerak bersama di lapangan. Kami menambah alat berat dan menggandeng BUMN agar akses dan fasilitas publik segera pulih,” ujarnya.
Selain itu, Kementerian PU juga mengoptimalkan tenaga padat karya di lokasi yang tidak terjangkau alat berat. Langkah ini agar proses pembersihan tetap berjalan merata di seluruh wilayah terdampak.
Beberapa alat berat yang menambah kekuatan di Aceh seperti tipe excavator dan dum truck sebagai pendukung. Peralatan ini milik Brantas Abipraya, Nindya Karya, Waskita Karya dan WIK. Lalu dari Hutama Karya, Adhi Karya dan Pembangunan Perumahan.
Hingga Minggu (28/12/2025) pagi, Kementerian PU telah mengirimkan 821 alat berat ke Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Kementerian juga mengerahkan 811 personel yang terdiri atas 355 personel Satgas PU dan 456 dari BUMN Karya.
Menteri Dody menegaskan percepatan pemulihan menjadi prioritas utama pemerintah agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman.
“Seluruh upaya ini kami lakukan agar masyarakat Aceh Tamiang bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegasnya.
Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengerahkan 36 alat berat dan 66 dump truck. BPJN Aceh fokus membuka akses jalan, mengangkat material banjir dan longsoran. Alat berat ini juga bekerja untuk membersihkan kawasan permukiman dan fasilitas umum lainnya. (*)






