News  

Pemerintah Tiadakan Perayaan Malam Tahun Baru

ilustrasi

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap menghimbau warga untuk tidak menggelar perayaan pada malam tahun baru 2024. Hal ini untuk menghindari berbagai kemungkinan yang akan merusak kondusifitas karena tengah dalam masa kampanye pemilu.

Biasanya, malam tahun baru identik dengan berbagai perayaan. Tidak jarang ada panggung hiburan sampai dengan pesta kembang api. Atau ada juga kelompok masyarakat tertentu yang mengadakan doa bersama.

Namun akhir 2023 sampai Februari 2024 merupakan masa kampanye pemilu. Atas dasar inilah, Pemerintah Kabupaten Cilacap meniadakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar. Seperti panggung hiburan di alun-alun dan pesta kembang api.

Pj Bupati Cilacap, Awaludin Muuri mengatakan, pihaknya meniadakan kegiatan besar di alun-alun saat malam pergantian tahun.

“Kebetulan pada perayaan Natal dan tahun baru ini bertepatan dengan kampanye pemilu. Hingga pemerintah daerah tidak mengadakan kegiatan hiburan seperti biasanya,” katanya, Sabtu (23/12/2023).

Dia menjelaskan, hal ini sesuai dengan arahan Kapolri yang meminta masyarakat meniadakan kegiatan perayaan pada malam tahun baru. Alasan utama adalah demi menjaga suasana kondusif karena bertepatan dengan masa kampanye pemilu. Demikian juga dengan penyiapan Cilacap dan Jawa Tengah menuju Pilkada pada September 2024.

“Hal-hal yang mengundang kerawan ya kita kurangi,” katanya.

Sebagai gantinya, Pemerintah Kabupaten Cilacap hanya akan menggelar doa bersama dengan hanya menghadirkan beberapa tokoh ulama. Tiap kecamatan juga akan diundang untuk mengikuti acara tersebut.

“Paling kita adakan doa bersama dengan beberapa kyai. Kyai dari masing-masing kecamatan kita undang,” katanya.

Dia berharap agar masyarakat juga melakukan hal serupa dengan tidak mengadakan perayaan malam tahun baru. Karena pemerintah sudah melakukan hal serupa dan diberlakukan sampai tingkat desa.

“Semua kita himbau. Kalau untuk perijinan kan di kepolsian,” tegasnya. (*)