Pemilik Dapur MBG Pastikan Pemasok Harus Penuhi Syarat

Sejumlah pejabat lokal di Cilacap saat meninjau fasilitas Dapur MBG Padangjaya 2 di Kecamatan Majenang, Cilacap, Rabu (20/8/2025). Yayasan memastikan, pengelola Dapur MBG akan bekerja secara profesional. (bercahayanews.com)

CILACAP – Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjamin, seluruh proses pemilihan bahan baku dari pemasok berjalan sesuai prosedur. Kepala SPPG sudah mendapat instruksi agar bersikap profesional dan proporsional kepada semua pemasok. Dan tiap barang yang masuk, harus memenuhi seluruh persyaratan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Perwakilan Yayasan Pamuji Sukses Makmur, Tatto Suwarto mengatakan, kebijakan ini sebagai bentuk tanggung jawab kepala SPPG atau Dapur MBG.

“Karena ini kan pakai anggaran pemerintah. Jadi semuanya harus profesional dan proporsional. Semua barang yang masuk harus memenuhi standar,” kata Tatto saat peresmian SPPG Padangjaya 2, Rabu (20/8/2025).

Dia memastikan, kepala dapur MBG tersebut memang tidak boleh melihat latar belakang para pemasok. Tapi harus memperhatikan kualitas barang yang mereka pasok.

“Jangan karena saudara, teman atau yang lainnnya tapi tidak memperhatikan kualitas barang. Harus berani nolak kalau barang tidak sesuai,” tegasnya.

Tatto mengatakan, program MBG dari Presiden Prabowo memang menjawab banyak hal. Mulai dari pembukaan lapangan kerja, sampai mempersiapkan masa depan menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Dulu waktu saya masih sekolah, sering ada teman yang tidak bisa sarapan. Nah sekarang, Presiden membuat program Makan Bergizi Gratis. Biar nanti saat Indonesia Emas, generasi kita sehat dan juga cerdas,” tegasnya.

Menu Sehat

Kepala SPPG Padangjaya 2, Rika Timur Soeharto mengatakan ada tantangan dalam menyusun menu sehat. Ini karena siswa kerap mengeluhkan rasa yang kurang enak.

“Konsep kami kan masakan sehat yang tentu berbeda dengan rasa masakan sehari-hari,” katanya.

Dia mencontohkan makanan sehat di rumah sakit. Menu seperti ini selalu menghindari penggunaan bahan instan dan memilih bahan alami. Hingga terasa kurang enak bagi masyarakat.

“Makanan di rumah sakit itu contoh menu sehat,” ujarnya.

“Menu enak belum tentu sehat. Tapi menu bergizi sudah pasti sehat,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya akan secara bertahap membuat menu yang menghindari penggunaan bumbu atau bahan instan. Dengan demikian, siswa atau penerima menu MBG bisa menikmatinya.

Dapur MBG Padangjaya 2 akan mulai beroperasi Kamis (21/8/2025). Fasilitas ini memperkerjakan 45 tenaga relawan untuk memasak menu tiap hari. (*)