News  

Pemilik Warung di Tanah PSDA Pegang Ijin

Berkas yang dimiliki pemilik warung yang sempat dibongkar Satpol PP Provinsi Jateng pada 22 Februari 2022. Pemilik warung mengaku memiliki ijin sebelum mendirikan bangunan di atas lahan PSDA. (doc)

CILACAP – Pemilik warung di tanah milik PSDA Provinsi Jawa Tengah, mengaku pegang ijin. Tidak tanggung-tanggung, ijin ini sudah mereka pegang sejak 2002 lalu. Hingga pemilik enggan warungnya masuk kategori bangunan liar.

Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, terpaksa bongkar bangunan liar yang ada di atas lahan irigasi, Selasa (22/2/2022). Pembongkaran menjadi jalan terakhir setelah pemilik bangunan tidak mengindahkan peringatan sampai 3 kali.

Bangunan liar ini berada di lahan milik Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah, dan berada di Kecamatan Majenang, Cilacap. Pemilik bangunan menjadikannya sebagai tempat berjualan soto dan nasi.

Darliyah (33), anak pemilik bangunan itu menunjukkan beberapa bukti pendukung. Salah satunya adalah foto copy kwitansi pembayaran retribusi.

“Dan sebagai pengguna lahan yang baik, kitapun rutin dan tertib membayar retribusi. Tiap bulan Rp 15 ribu,” kata dia.

Sisa warung usai dibongkar Satpol PP Provinsi Jateng pada 22 Februari 2022. (doc)

Hanya saja, bukti perjanjian penggunaan lahan dari dinas ini lenyap saat rumah keluarga tersebut terbakar pada 2013. Kebakaran hebat ini menghanguskan rumah beserta isinya. Termasuk sejumlah dokumen dan perjanjian mereka dengan dinas tentang penggunaan lahan di Jalan Raya Pahonjean itu.

Keluarg lalu memintakan arsip perjanjian penggunaan lahan itu. Sekaligus meminta perpanjangan ijin meski belakangan permintaan mereka tidak ada jawaban pasti.

“Jika warung kita liar, itu tidak benar. Kita mendirikan bangunan tidak asal mendirikan. Ada ijin atas nama Sariyah. bukan Tasum Burhanudin alias Encung seperti yang disebutkan selama ini,” kata dia.

Dia menambahkan, keluarga tidak meminta apapun meski sudah ada pembongkaran sebagian warung yang ada di lahan milik PSDA Provinsi Jawa Tengah.

“Kami hanya meluruskan dan menghargai perjuangan kami selama ini sebagai pedagang kecil,” tegasnya. (*)