News  

Pemkab Cilacap Berharap Bandara Tunggul Wulung Hidup Kembali

Pintu gerbang menuju Bandara Tunggul Wulung. Pemkab Cilacap berharap agar bandar ini bisa hidup kembali. (doc)

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap agar Bandara Tunggul Wulung bisa hidup kembali dan melayani penerbangan komersial. Bandara tersebut sekarang masih sesekali melayani penerbangan Cilacap-Jakarta dengan pesawat Pelita Air.

Kondisi Bandara Tunggul Wulung mulai nampak kalah pamor setelah pembukaan Bandara Wirasaba di Purbalingga. Namun saat pandemi Covid19 antara 2020 hingga 2022, banyak perusahaan yang menutup jalur penerbangan menuju Cilacap atau kota kecil lainnya. Termasuk Wirasaba dan Tunggul Wulung. Kedua bandara ini kemudian sepi dari aktifitas penerbangan.

Namun pasca pandemi, Pemkab Cialcap kini mulai berani berharap agar Bandara Tunggul Wulung bisa beroperasi kembali. Salah satunya karena masih ada potensi penumpang di Cilacap.

“Bandara kita harus hidup kembali,” kata Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri.

Dia menilai, Tunggul Wulung masih lebih punya kekuatan dari pada Wirasaba di Purbalingga. Pertama karena masih ada penumpang dari Tunggul Wulung menuju Jakarta. Mayoritas penumpang adalah karyawan atau jajaran manajemen Pertamina Cilacap.

“Peluang kita besar karena (pegawai) Pertamina tiap minggu (terbang) pakai pelita,” kata dia.

Namun demikian, harapan ini bukan perkara mudah karena faktor harga tiket dan biaya operasional pesawata terbang. Hal ini membuat beberapa perusahaan penerbangan atau bandara terpaksa tutup dan tidak beroperasi sama sekali.

“Saya sudah ngobrol dengan Kepala Bandara Tunggul Wulung yang baru. Katanya memang sulit,” kata Pj Bupati.

Dia menambahkan, cita-cita Pemkab Cilacap sejak awal memang lebih mengembangkan bandara. Tujuannya untuk memperkuat Cilacap sebagai salah satu kota industri dan pelabuhan di selatan Jawa. Baru kemudian mengembangankan pelabuhan dengan syarat ada jalur tol yang masuk Cilacap.

“Cita-cita kita sebenarnya bandara dulu. Baru pelabuhan,” tegasnya. (*)