Pemkab dan DPR RI Datangi Kemenkes. Minta Tambahan Kuota Vaksin

  • Bagikan
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih tengah mendengar keluhan warga saat vaksinasi, Kamis (7/10/2021). Teti bersama Bupati Cilacap awal pekan ini sudah ke Jakarta meminta tambahan kuota vaksin. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap bersama anggota DPR RI mendatangi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Tujuannya satu, yakni meminta tambahan kuota vaksin untuk Kabupaten Cilacap.

Langkah mendatangi Kemenkes ini menjadi upaya bersama agar Kabupaten Cilacap mendapatkan jatah vaksin lebih banyak. Ini dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan permintaan warga.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih mengatakan, dia bersama Bupati sudah mendatangi Kemenkes, awal pekan ini.

“Kita sudah ke Jakarta. Saya dan Pak Bupati (Cilacap). Juga pejabat lainnya,” ujar Teti, Kamis (7/10/2021).

Menurutnya, mereka lalu menghadap ke pejabat terkait di Kemenkes dan mendesak agar ada penambahan kuota vaksin ke Cilacap. Ini karena tambahan kuota vaksin sangat diperlukan agar mempercepat pemenuhan target 1,5 juta orang.

Teti mengakui, jumlah penduduk Cilacap terbesar di Jawa Tengah hingga otomatis butuh kuota vaksin lebih banyak. Jika kuota dari pusat masih tetap seperti sekarang, maka akan sulit bagi Cilacap untuk turun ke level 2.

Selain itu, pencapain vaksinasi di Cilacap juga masih rendah. Hingga saat ini, prosentase warga yang sudah mendapatkan vaksinasi baru sekitar 30 persen.

“Kita inginnya akhir tahun ini percepatannya lebih baik. Karena target 1,5 juta itu bukan angka kecil. Sementara sekarang baru 30 persen. Kalau begini terus kapan kita turun ke level 2,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ada 3 alasan kuat agar ada penambahan kuota vaksin. Pertama adalah penerapan PTM di Cilacap. Untuk mendukung kebijakan ini, siswa SLTP dan SLTA harus mendapatkan vaksin.

“Cilacap yang pertama melakukan PTM. Hingga siswa juga harus divaksin,” kata Teti.

Alasan kedua adalah bagi mereka yang bekerja. Saat ini banyak perusahaan di Cilacap yang mengharuskan karyawan mereka untuk vaksin. Tujuannya agar bisa melindungi karyawan karena banyak berinteraksi dengan warga. Apalagi jika karyawan yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar kantor.

“Mereka kan banyak berinteraksi. Hingga vaksin ini bisa memberikan perlindungan,” kata Teti.

Terakhir adalah adanya rencana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang akan segera membuka PTM. Sementara banyak mahasiswa Unsoed yang berasal dari Cilacap hingga permintaan vaksin juga meningkat.

“Mahasiswa Cilacap yang akan PTM juga butuh vaksin,” tegasnya. (*)

  • Bagikan