News  

Penataan RSUD Majenang Dilanjutkan Tahun Depan

Sekda Cilacap, Farid Ma'ruf saat meninjau poly dan basement di belakang RSUD Majenang, Selasa (12/21/2021). Penataan RSUD Majenang sesuai dengan master plan dan diharapkan selesai 2023. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Penataan RSUD Majenang akan kembali dilanjutkan tahun depan. Tahun ini, rumah sakit di wilayah barat Kabupaten Cilacap itu sudah selesai membangun struktur bangunan untuk poly dan basement. Demikian juga dengan areal parkir di depan dan ruang perawatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf menilai pembangunan ini harus dilanjutkan sesuai dengan rencana awal. Hanya saja dia secara tidak langsung mengatakan, sumber dana bisa berasal dari rumah sakit yang kini sudah berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Yang namanya rumah sakit itu kan BLUD. Jadi tidak semua (pendanaan) lewat APBD,” ujarnya usai melakukan peninjauan di RSUD Majenang, Selasa (21/12/2021).

Menurutnya, langkah RSUD Majenang untuk melakukan sudah sangat bagus dan mengacu pada master plan. Termasuk menggunakan anggaran BLUD untuk membangun ruang perawatan dan lainnya.

Dia menghitung, anggaran penataan di sana menelan Rp 22 Miliar. Terutama untuk bangunan poly yang ada di sayap utara RSUD. Dia menghitung penataan itu sudah menghabiskan Rp 13 Miliar dan akan berlanjut di tahun depan.

“Hingga harapannya selesai pada 2023,” kata dia.

Dia berharap, seluruh penataan dan penambahan ruang perawatan itu akan meningkatkan pelayanan rumah sakit tipe C di Kabupaten Cilacap itu. Hingga minimal tidak ada lagi warga wilayah barat Kabupaten Cilacap yang berobat ke luar daerah.

“Bahkan kalau bisa dari barat (Jawa Barat-red) masuk ke sini,” kata dia.

Menurutnya, penataan rumah sakit akan memberi daya tarik bagi warga. Apalagi jika penataan sudah selesai dan nampak lebih megah, rapih dan tertata. Selain itu, tidak nampak kerumunan di ruang antri pelayanan.

“Dengan rumah sakit megah, bisa jadi daya tarik. Tapi tentu tarifnya standar,” katanya.

Direktur RSUD Majenang, dr Reza Prima Muharama menegaskan, master plan penataan RSUD akan memindahkan ruang poly ke sisi utara. Sementara ruang poly yang kini di bagian depan sebagian untuk perluasan IGD.

“Ini sesuai dengan master plan,” tegasnya. (*)