News  

Pengungsi Banjir Berlarian Karena Gempa 4,7

ilustrasi

CILACAP – Pengungsi korban banjir dan relawan yang bertahan di gedung SD di Desa Gentasari Kecamatan Kroya, Cilacap, berlarian keluar kelas karean ada gempa, Minggu (9/10/2022). Guncangan akibat gempa ini sangat kuat hingga membuat pengungsi berlari keluar.

Informasi dari BMKG menyebutkan, gempa ini berkekuatan 4,7 M pukul 10.43 WIB. Lokasi gempa berada di 66 KM tenggara Cilacap. Sementara pusat gempa berada di kedalaman 33 KM di bawah Samudera Hindia.

Daffa Rohman, relawan MDMC Cilacap mengatakan, pengungsi korban banjir berlarian keluar gedung SD saat gempa terjadi. Tujuannya untuk menyelamatkan diri karena guncangan sangat terasa. Termasuk dia dan para relawan yang bertugas di sana.

“Tadi guncangan gempa terasa sekali hingga pengungsi banjir berlarian keluar,” kata dia.

Dia mengatakan, gempa terasa antara 5 sampai 10 detik itu cukup membuat pengsungsi korban banjir berlarian keluar menuju halaman gedung sekolah.

Baru setelah guncangan reda dan tidak ada gempa susulan, mereka kembali ke dalam kelas. Bangunan gedung sekolah tidak mengalami kerusakan hingga tetap aman bagi para pengungsi.

“Sekarang sudah aman. Pengungsi masuk lagi ke kelas,” kata dia.

BPBD Cilacap pasca kejadian memastikan, banjir di Cilacap terjadi sejak Jumat (7/10/2022) akibat hujan deras sejak siang hingga Sabtu (8/10/2022) dini hari. Wilayah tergenang banjir adalah Kecamatan Kawunganten, Jeruklegi, Majenang dan Kroya.

Kecamatan Kroya pada Minggu (9/10/2022), masih ada 2 desa yang tergenang yakni Gentasari dan Mujur Lor. Sementara di Kecamatan Kawunganten banjir terjadi di Desa Kalijeruk.

Kecamatan Majenang sampai Minggu pagi sudah terbebas dari banjir yang sempat menggenangi Desa Salebu. (*)