YOGYAKARTA – Seorang guru olah raga bernama Pujiyono, harus berlari dari rumah hingga sekolah sejauh 27 KM, untuk penuhi nadzar saat pensiun. Pujiyono sukses memenuhi nadzar dengan berlari dari rumah hingga sekolah tempatnya mengajar
Pujiyono adalah guru olah raga di SDN Giritirto Panggang, Gunung Kidul. Sementara rumahnya di daerah Sanden, Bantul. Jarak antara rumah dan sekolah sejauh 27 KM penuh dengan medan berat karena jalan selalu menanjak. Hingga sudah pasti sangat menguras tenaga.
Namun karena sudah nadzar, guru olah raga ini harus tetap berlari saat di hari terakhir mengajar sebelum pensiun. Dia melakukan nadzar ini seorang diri, tanpa ada pengawalan khusus.
Kabar ini tersebar dan viral setelah akun Instagram @nunuk_setyowati67 mengunggah saat Pujiyono berlari pelan memasuki pelataran sekolah. Para siswa dan teman guru, sudah menantinya di depan sekolah. Pujiyono terus berlari dengan sisa tenaga dan berjalan menuju depan ruang guru.
Mendekati pintu gerbang, nampak tenaganya sudah hampir habis. Hingga dia berjalan dan salah satu guru mencoba menggandengnya ke arah gerbang dan menyalami guru dan murid. Pujiyono lalu beristirahat di depan salah satu ruang dan menerima air minum dari teman guru.
“Bapak Pujiyono Guru PJOK SDN Giritirto Panggang. Pensiun per 1 Juli 2025, Nadzar berlari dari rumah di Sanden Bantul ke Sekolah dengan jarak tempuh 27 km,” tulis pemilik akun di unggahan tersebut.
“Alhamdulilah nadzar terlaksana dengan baik…terima kasih atas pengabdiannya sebagai Guru…semoga dicatat sebagai amal ibadah…sehat selalu pak,” katanya.
Unggahan ini mendapatkan respon positif dari netizen. Ada juga yang merasa bangga dengan aksi Pujiyono memenuhi nadzar dengan berlari sebelum pensiun.
Sementara netizen, ada menyoroti medan antara Panggang, Gunung Kidul dan Sanden, Bantul.
“Wah sanden tekan panggang, dalanne kan munggah terus ya. Hebat tenan bapak guru,” tulis netizen di kolom komentar. (*)






